logo alinea.id logo alinea.id

AS hapus tarif impor baja dan aluminium dari Kanada

Penghapusan tarif merupakan langkah untuk mempercepat pembaruan perjanjian NAFTA menjadi USMCA.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 18 Mei 2019 13:15 WIB
AS hapus tarif impor baja dan aluminium dari Kanada

Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk mencabut tarif baja dan aluminium dari Kanada. Keputusan ini sekaligus menghilangkan salah satu hambatan terbesar dalam meneruskan pembaruan bagi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) menjadi perjanjian perdagangan yang baru antara AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang ditandatangani pada 2018. 

Hal tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama AS dan Kanada. Kedua negara menyatakan bahwa tarif 25% untuk impor baja dan 10% untuk impor aluminium akan dihapus pada Minggu (19/5).

Selain dengan Kanada, AS diharapkan akan menghapus tarif impor baja dan aluminum dengan Meksiko. Sebelumnya, AS menerapkan tarif tersebut pada 2018 dengan alasan keamanan nasional.

Jika Washington dan Mexico City juga mengumumkan perjanjian untuk mencabut tarif atas baja dan aluminium, maka AS, Meksiko, dan Kanada akan meminta pemerintah masing-masing untuk meratifikasi USMCA.

Di sisi lain, Kanada juga mengumumkan akan menghapus tarif impor baja dan aluminium AS yang mereka terapkan tahun lalu sebagai balasan atas tarif yang diberikan pemerintahan Presiden Donald Trump.

"Tarif itu merugikan pekerja dan konsumen di kedua negara. Ketika berjalan maju dengan kesepakatan perdagangan baru, tidak masuk akal jika terus menerapkan tarif pada baja dan aluminium," jelas Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Jumat (17/5).

Nasib negara lain

Hingga saat ini, ekspor baja dan aluminium Uni Eropa ke AS masih dikenakan tarif. Akan tetapi, ada kabar baik untuk hubungan perdagangan antara keduanya. Pada Jumat, Presiden Trump menunda keputusan terkait penerapan tarif bagi mobil dan impor suku cadang mobil.

Sponsored

Gedung Putih akan menunda keputusan itu selama enam bulan ke depan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa dan Jepang.

Awalnya, pemerintahan Trump berencana untuk menerapkan tarif hingga 25% untuk impor mobil dan suku cadang mobil.

Laporan Kementerian Perdagangan AS mengklaim bahwa impor mobil dan suku cadang buatan asing ke AS merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Walaupun laporan itu belum dipublikasikan, pada Jumat, Trump mengutip temuannya yang menyimpulkan bahwa produsen mobil AS kehilangan pendapatan akibat impor tersebut.

Presiden mengatakan dia setuju dengan temuan laporan itu yang menyatakan bahwa impor mobil melemahkan ekonomi internal AS.

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Rabu, 17 Jul 2019 20:50 WIB
Jalan sunyi seorang perias jenazah

Jalan sunyi seorang perias jenazah

Selasa, 16 Jul 2019 18:23 WIB