sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gunung Taal erupsi, KBRI Manila imbau WNI waspada

Terdapat 170 WNI yang menetap di Provinsi Cavite, tempat Gunung Taal berada.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 13 Jan 2020 10:23 WIB
Gunung Taal erupsi, KBRI Manila imbau WNI waspada

Gunung berapi Taal di Filipina mengalami erupsi, memuntahkan abu yang menyelimuti ibu kota pada Minggu (12/1).

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha menuturkan bahwa tim perlindungan KBRI Manila mengimbau WNI di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan.

"KBRI meminta WNI mengikuti arahan otoritas setempat. Jika terpaksa keluar dari rumah, WNI diimbau menggunakan masker atau handuk basah untuk menutupi wajah," tutur Judha dalam keterangan tertulis pada Senin (13/1).

Dia mencatat, terdapat 170 WNI yang menetap di Provinsi Cavite, yang dekat dengan lokasi Gunung Taal. Kebanyakan dari mereka merupakan mahasiswa.

Sejak Senin pagi, jelas Judha, perwakilan KBRI Manila telah berada di Cavite untuk memantau situasi, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan memberikan bantuan kepada WNI.

"Bila diperlukan, tim KBRI akan mengevakuasi WNI ke gedung KBRI Manila," tambah dia.

Menurut Reuters, sekitar 8.000 orang dievakuasi dari daerah sekitar Taal setelah gunung itu memuntahkan abu dan uap sejauh 15 km.

Selain itu, erupsi membatalkan 172 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Ninoy Aquino pada Minggu. Perwakilan bandara, Ed Monreal, menuturkan bahwa aktivitas penerbangan tetap ditangguhkan pada Senin karena abu menyelimuti landasan pacu.

Sponsored

Kantor Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memerintahkan penangguhan aktivitas di kantor-kantor pemerintah di ibu kota. Seluruh sekolah yang berada di Manila dan daerah lainnya yang terdampak erupsi pun diminta tidak melakukan kegiatan belajar mengajar.

Taal, salah satu gunung berapi aktif terkecil di dunia, berada di tengah danau sekitar 70 km dari Ibu Kota Manila. Pihak berwenang menyatakan, ada risiko bahwa letusan yang lebih eksplosif dapat memicu tsunami.

"Gunung Taal adalah gunung berapi yang sangat kecil tetapi berbahaya," jelas Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) Renato Solidum.

Lembaga itu menaikkan tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh gunung berapi menjadi level empat dari lima yang berarti letusan berbahaya dapat terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari mendatang.

Filipina terletak di Cincin Api Samudra Pasifik, daerah yang rentan mengalami letusan gunung berapi dan gempa bumi.

Sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina, Taal telah meletus lebih dari 30 kali dalam lima abad terakhir, yang terbaru pada 1977. Letusan pada 1911 menewaskan 1.500 orang.

Di Manila, warga membanjiri toko-toko yang menjual masker setelah petugas kesehatan memperingatkan bahwa erupsi dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pihak berwenang mendesak masyarakat untuk tetap berada dalam ruangan atau menggunakan masker jika ingin bepergian.

"Saya melihat mobil saya tertutup abu, jadi saya buru-buru pergi ke toko swalayan untuk membeli masker tetapi mereka sudah kehabisan," tutur seorang warga, Angela Bautista (41).

Berita Lainnya