close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
ilustrasi. Pexels.com

Pemerintah Kolombia gagalkan perdagangan ilegal 3.493 sirip hiu ke Hong Kong

Sirip hiu sejumlah itu direncanakan oleh pelaku akan dikirimkan melalui bandara Bogota.
swipe

Pihak berwenang Kolombia pada Jumat (25/9) waktu setempat, berhasil menggagalkan perdagangan ilegal sirip hiu. Melansir Reuter, mereka mengatakan jika telah menyita pengiriman bahwa mereka telah menyita pengiriman 3.493 sirip hiu yang akan diperdagangkan secara ilegal ke Hong Kong.

Sirip hiu sejumlah itu direncanakan oleh pelaku akan dikirimkan melalui bandara Bogota. Pihak berwenang terkait lingkungan di Bogota mengatakan lingkungan jumlah sirip yang didapat oleh pelaku berarti harus membunuh sekitar 900 hingga 1.000 hiu dengan panjang antara 1-5 meter. Pihak berwenang mengatakan bahwa itu merupakan penangkapan ikan ilegal.

Saat ditemukan oleh pihak berwenang, pengiriman sirip hiu tersebut telah dikemas dalam sepuluh paket. Sementara itu, sirip hiu dari penangkapan ikan ilegal berasal dari Kota Roldanillo, yang berada di barat daya Kolombia.

Informasi perdagangan sirip hiu ilegal ke Hong Kong ini diperoleh pihak berwenang dari pelaporan perusahaan perkapalan yang akan mengirimkan paket tersebut.

"Perusahaan perkapalan yang awalnya memberi tahu otoritas lingkungan dan polisi," kata Sekretaris Lingkungan Bogota, Carolina Urrutia.

Dari hasil pelaporan tersebut, Carolina mengatakan bahwa polisi segera mengusutnya.

"Polisi mengambil sampel untuk mengetahui secara pasti spesies mereka, tetapi kami tahu bahwa ada lebih dari tiga spesies hiu yang ada di perairan Kolombia," ungkapnya

Untuk penanganan lebih lanjut, Carolina mengatakan bahwa pihak kepolisian nasional Kolombia akan segera melakukan penyelidikan. Ia juga menyampaikan telah meminta perusahaan perkapalan untuk menyampaikan semua informasi terkait pengirim dan tujuan akhir pengiriman.  

Pemerintah Kolombia gagalkan perdagangan ilegal 3.493 sirip hiu ke Hong Kong
Sabtu, 25 September 2021 10:25
Artikel ditulis oleh
img
Zulfikar Hardiansyah
Reporter
img
Hermansah
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan