sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Konflik Kashmir: Pakistan akan balas jika India menyerang

Perdana Menteri Pakistan Khan menggambarkan Modi sebagai seorang fasis dan menyamakannya dengan Adolf Hitler, dalam konflik Kashmir.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 30 Agst 2019 23:34 WIB
Konflik Kashmir: Pakistan akan balas jika India menyerang

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan dia telah memperingatkan masyarakat internasional bahwa India dapat melancarkan serangan terhadap Kashmir yang dikelola Pakistan.

Hal itu, lanjutnya, dapat dilakukan India untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah Kashmir yang dikelolanya.

Dalam pidatonya di sebuah rapat umum di Islambad pada Jumat (30/8), Khan mengatakan pihaknya akan memberikan tanggapan yang sesuai kepada pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi jika mereka menyerang Pakistan.

Khan menggambarkan Modi sebagai seorang fasis dan menyamakannya dengan Adolf Hitler. Dia mengaku khawatir kemungkinan terjadinya genosida muslim di Kashmir yang dikuasai India.

"Kami akan berdiri dan memperjuangkan Kashmir sampai napas terakhir," kata Khan.

Demonstrasi pecah di seluruh Pakistan pada Jumat. Ribuan orang berunjuk rasa dalam aksi protes massa yang menentang tindakan pemerintahan Modi di Kashmir.

Pada siang hari, lagu kebangsaan Pakistan dan lagu kebangsaan Kashmir diputar di televisi dan radio. Sementara itu lalu lintas diberhentikan sementara, lampu lalu lintas dimatikan dan layanan kereta ditangguhkan sebagai bentuk solidaritas terhadap mereka yang berunjuk rasa.

Di Islamabad, ribuan orang berkumpul di Constitution Avenue di depan kantor-kantor pemerintah tempat Khan berpidato. Dia bersumpah akan berjuang untuk Kashmir sampai wilayah yang disengketakan itu dibebaskan.

Sponsored

Demonstrasi itu adalah yang pertama dalam aksi unjuk rasa nasional yang akan diadakan setiap minggunya sampai Khan bertolak ke New York pada September untuk menghadiri Majelis Umum PBB. Dia bersumpah akan mengangkat isu Kashmir di sana.

Ketegangan antara Pakistan dan India meningkat sejak pada 5 Agustus, PM Modi memutuskan untuk mencabut status otonomi Kashmir. Kashmir bagian India kini berada di pekan keempat pemblokiran akses komunikasi dan pemberlakuan jam malam.

Sebelumnya Pakistan telah meminta dukungan dari Amerika Serikat untuk memberi tekanan diplomatik kepada India. Namun, New Delhi menegaskan bahwa Kashmir merupakan masalah internal dan hanya bisa dibahas secara bilateral.

Kashmir terbagi dua sejak kemerdekaan, isu sengketa wilayah itu telah memicu dua perang besar antara Pakistan dan India. Kedua negara berkekuatan nuklir itu memerintah sebagian Kashmir namun mengklaim sepenuhnya.

India telah memerangi gerilyawan separatis di Kashmir sejak akhir 1980-an, menuduh Pakistan mendukung para pemberontak di wilayah itu. Pakistan membantahnya dan mengatakan hanya menawarkan dukungan politik bagi rakyat Kashmir, yang menurut mereka ditindas oleh pemerintah India. (The Straits Times dan Reuters)

Berita Lainnya