logo alinea.id logo alinea.id

Makedonia selangkah lagi jadi anggota NATO

Langkah Makedonia jadi anggota NATO kian dekat menyusul penandatanganan protokol aksesi NATO.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 07 Feb 2019 17:19 WIB
Makedonia selangkah lagi jadi anggota NATO

NATO menandatangani perjanjian dengan Makedonia Utara pada Rabu (6/2), yang memungkinkan republik bekas Yugoslavia itu menjadi anggota ke-30 aliansi pertahanan pimpinan Amerika Serikat. 

Langkah besar itu terwujud setelah Makedonia mencapai kesepakatan dengan Yunani, yang mengakhiri perselisihan 27 tahun mereka, terkait nama. 

Masyarakat Yunani menuduh Makedonia berniat mencuri identitas, bahkan wilayah dari provinsi mereka yang memiliki nama sama persis. Dan sebagai bagian dari kesepakatan, Yunani terikat oleh ketentuan untuk berhenti mencekal Makedonia menjadi anggota Uni Eropa dan NATO jika negara itu telah setuju mengganti nama.

Makedonia pun akan berganti nama menjadi Makedonia Utara atau Republic of the Northern Macedonia.

Menteri Luar Negeri Makedonia Nikola Dimitrov memuji momen penandatanganan resmi protokol aksesi NATO, yang harus diratifikasi oleh seluruh negara anggota,  dengan mengatakan bahwa ketika bergabung bersama NATO maka mereka tidak akan pernah merasa sendirian.

"Kami berdiri bersama dengan 29 sekutu ... mampu dan siap untuk memikul kewajiban yang timbul dari keanggotaan penuh kami di NATO," ungkap Dimitrov dalam jumpa pers usai penandatanganan protokol aksesi.

Proses ratifikasi seluruh anggota NATO lazimnya memakan waktu sekitar satu tahun. AS sendiri sudah menyatakan bahwa Makedonia diharapkan dapat bergabung secara resmi dengan aliansi pertahanan tersebut pada 2020.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menuturkan, penerimaan anggota baru menyoroti bahwa seluruh negara Eropa yang memenuhi kriteria masuk dapat bergabung dengan aliansi itu. 

Sponsored

"Ini menunjukkan bahwa pintu NATO tetap terbuka untuk negara-negara yang memenuhi standar NATO dan yang mematuhi nilai-nilai demokrasi, aturan hukum, dan kebebasan individu," jelas Stoltenberg.

Adapun Rusia menegaskan bahwa dengan 'mengambil' negara Balkan, NATO telah merongrong keamanan kawasan.

"Membuat dunia lebih damai"

Dmitrov sendiri menyatakan bahwa keputusan Makedonia akan meningkatkan stabilitas regional, menggemakan pandangan Barat yang melihat keanggotaan NATO dan UE sebagai cara terbaik untuk menjaga perdamaian di Balkan pasca-pecahnya kekerasan di Yugoslavia pada 1990-an.

"Bagi kami, NATO adalah tentang membuat dunia lebih damai, lebih stabil," ungkap Dmitrov.

Tiga eks Yugoslavia lainnya, yakni Slovenia, Kroasia, dan Montenegro telah lebih dulu bergabung dengan NATO sebagaimana Albania, Bulgaria, dan Romania.

Presiden Rusia Vladimir Putin turut memperingatkan NATO agar tidak membina hubungan lebih dekat dengan Ukraina dan Georgia, dua eks Uni Soviet yang juga bercita-cita untuk bergabung dengan NATO.

Usai penandatanganan protokol aksesi NATO, Stoltenberg dengan Makedonia, Stoltenberg memuji Georgia. Dia mengatakan, "Kami sangat tergugah dengan apa yang kami lihat di Georgia, komitmen mereka atas reformasi, komitmen mereka untuk memperkuat lembaga pertahanan dan keamanan, komitmen mereka atas transparansi dan reformasi peradilan."

Sumber : Reuters