sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Nekat tempuh perjalanan berbahaya, kapal pengungsi tenggelam di Turki

Para migran telah mencoba menyeberangi Laut Aegea dari Turki ke Yunani dengan harapan dapat memulai kehidupan baru

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Jumat, 23 Jul 2021 20:44 WIB
Nekat tempuh perjalanan berbahaya, kapal pengungsi tenggelam di Turki

Sebuah kapal yang membawa 45 migran tenggelam di Laut Aegea tenggara, Kamis (22/7). Unit penyelamat telah dikerahkan ke lokasi. 

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan bahwa kapal terbalik sekitar 60 mil (hampir 100 kilometer) selatan pulau Yunani Karpathos. 

Para migran telah mencoba menyeberangi Laut Aegea dari Turki ke Yunani dengan harapan dapat memulai kehidupan baru di Eropa. Perjalanan ini adalah perjalanan yang mematikan.

Delapan hilang

Tiga puluh tujuh orang diselamatkan dari kapal, sementara delapan lainnya masih hilang, kata Kementerian Pertahanan Turki dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (23/7).

Kapal angkatan laut Turki dan sebuah pesawat terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan, tambah pernyataan itu.Tidak ada informasi segera tentang kewarganegaraan mereka yang ada di kapal tersebut.

Migran dan pengungsi sering menggunakan Turki sebagai pintu gerbang untuk mencapai Uni Eropa, terutama melalui Yunani.Banyak yang bergantung pada penyelundup dan mempertaruhkan nyawa mereka melalui perjalanan berbahaya di kapal yang penuh sesak.

Pada 2016, Turki menandatangani kesepakatan dengan UE yang bertujuan membatasi kedatangan migran dan pengungsi dari negara itu ke Eropa dengan imbalan beberapa insentif termasuk bantuan keuangan. Turki saat ini menampung sekitar 3,7 juta pengungsi Suriah

Sponsored

Presiden Recep Tayyip Erdogan telah lama menuntut lebih banyak bantuan dari UE untuk menangani para pengungsi dan sebelumnya mengancam akan membuka perbatasan Turki jika blok tersebut tidak memberikan dana tambahan.

Pada bulan Juni, para pemimpin Uni Eropa memberikan lampu hijau untuk rencana memberi Turki tiga miliar euro (US$ 3,6 miliar) lagi selama beberapa tahun ke depan untuk memberikan bantuan baru kepada pengungsi Suriah di wilayahnya dan untuk membantu negara itu meningkatkan kontrol perbatasan.(Sumber: The Arab News, Aljazeera)

Berita Lainnya