sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

OPEC dan sekutunya menaikkan batas produksi bagi 5 negara

Langkah itu diharapkan mengakhiri perselisihan yang mengguncang pasar minyak.

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Senin, 19 Jul 2021 23:05 WIB
OPEC dan sekutunya menaikkan batas produksi bagi 5 negara

OPEC dan negara-negara sekutunya pada Minggu (18/7) bersepakat menaikkan batas produksi yang dikenakan pada lima negara pada tahun depan, dan meningkatkan produksi mereka sebesar 2 juta barel per hari pada akhir tahun ini.

Langkah itu diharapkan mengakhiri perselisihan yang mengguncang pasar minyak. Di mana terjadi ketidaksepakatan, yang dipicu oleh permintaan Uni Emirat Arab untuk meningkatkan produksinya sendiri, yang membatalkan pertemuan sebelumnya. Dalam sebuah pernyataan Minggu, OPEC mengumumkan Irak, Kuwait, Rusia, Arab Saudi, dan UEA akan meningkatkan batas produksi.

“Apa yang mengikat kita bersama jauh melampaui apa yang Anda bayangkan,” kata Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman. “Kami berbeda di sana-sini tetapi kami terikat,” terang dia lagi.

Namun Pangeran Abdulaziz menolak untuk menjelaskan bagaimana mereka mencapai konsensus itu. Tetapi dia jelas marah pada laporan sebelumnya tentang perselisihan antara Arab Saudi, kartel kelas berat yang berbasis di Wina, dan UEA.

“UEA berkomitmen untuk kelompok ini dan akan selalu bekerja dengannya dan di dalam kelompok ini untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai keseimbangan pasar dan membantu semua orang,” kata Menteri Energi UEA al-Mazrouei.

Di luar OPEC, bagaimanapun, ketegangan masih akan tetap ada di antara negara-negara tetangga. UEA telah menarik diri dari perang yang dipimpin Saudi di Yaman, sementara juga secara diplomatis mengakui Israel. Arab Saudi juga telah membuka pintunya ke Qatar lagi setelah boikot selama bertahun-tahun, meskipun hubungan tetap dingin antara Abu Dhabi dan Doha. Arab Saudi juga secara agresif mencari kantor pusat bisnis internasional, sesuatu yang dapat memengaruhi pusat bisnis UEA, Dubai.

Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed, dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah dekat selama bertahun-tahun. Kedua pemimpin kemungkinan akan bertemu Senin (19/7) di Arab Saudi.

Di bawah batas produksi baru, UEA akan mampu memproduksi hingga 3,5 juta barel minyak mentah per hari mulai Mei 2022. Agka itu masih di bawah 3,8 juta barel per hari seperti yang diharapkan. Batas Arab Saudi sebesar 11 juta barel per hari akan naik menjadi 11,5 juta, seperti halnya Rusia. Irak dan Kuwait mengalami peningkatan yang lebih kecil.

Sponsored

Dalam pernyataannya, OPEC mengakui harga minyak terus membaik. “Pemulihan ekonomi berlanjut di sebagian besar dunia dengan bantuan percepatan program vaksinasi,” kata OPEC.

Pangeran Abdulaziz juga menyebutkan anggota OPEC Aljazair dan Nigeria telah menyuarakan keprihatinan tentang batas produksi mereka juga.

Harga minyak jatuh di tengah pandemi coronavirus karena permintaan bahan bakar jet dan bensin turun di tengah lockdown di seluruh dunia. Permintaan sejak itu telah pulih karena vaksin, sementara masih didistribusikan secara tidak merata di seluruh dunia.

Mulai Agustus ini, OPEC akan meningkatkan produksinya sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan hingga Desember dengan total 2 juta barel. OPEC kemudian akan menilai rencana apakah akan menghentikan pengurangan produksi minyak 5,8 juta barel saat ini pada akhir 2022 seperti yang direncanakan oleh perjanjian awal.

Sumber : Japan Today

Berita Lainnya

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB