sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pakar: Biden akan lebih fokus benahi urusan dalam negeri

Fokus internal Biden tercermin dari objektif yang berupaya dicapainya selama 100 hari pertama menjabat.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 30 Jan 2021 14:32 WIB
Pakar: Biden akan lebih fokus benahi urusan dalam negeri

 

Akademisi hubungan internasional dari Bina Nusantara University dan Direktur Eksekutif Centre for Business and Diplomatic Studies (CBDS) Tirta Nugraha Mursitama menilai, Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan terlebih dahulu fokus membenahi urusan dalam negeri ketimbang luar negeri.

"Energi internalnya akan jauh lebih banyak, jadi kebijakan luar negeri mungkin akan berada di nomor ke sekian," tutur dia dalam webinar 'Arah Kebijakan Presiden AS Joe Biden, Dampak Atas Indonesia dan Dunia' pada Sabtu (30/1).

Lebih lanjut Tirta menilai, fokus internal Biden tercermin dari objektif yang berupaya dicapainya selama 100 hari pertama menjabat.

Dalam program 100 hari Biden, Tirta mencatat ada dua poin utama, yakni penanganan Covid-19, termasuk pengetatan penggunaan masker, serta memperbaiki ekonomi domestik dengan paket stimulus.

Selain itu, Tirta memaparkan lima faktor yang kemungkinan besar akan menjadi penentu dalam pembuatan kebijakan di era Biden. Platform politik Partai Demokrat menjadi faktor pertama.

"Sistem politik AS ditentukan oleh lembaga yang bersaing di dalam pemerintahan," ujarnya. "Untuk itu, Biden pun perlu mendapatkan dukungan besar dari Republikan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang penting baginya," tambah dia.

Tirta menambahkan, dinamika politik domestik, relasi kekuasaan, dan bargaining power menjadi hal yang sangat signifikan.

Sponsored

Faktor kedua merupakan pandangan pribadi Biden terkait kebijakan luar negeri AS. Dalam sebuah artikel opini bertajuk "Why America Must Lead Again" di Foreign Affairs pada Maret 2020, Biden memaparkan pandangannya terkait arah kebijakan luar negeri jika dia menjabat.

"Intinya, Biden ingin memperbaiki kepemimpinan AS di ranah global. Menjadi 'champion of democracy' dan memperbaiki aliansi-aliansi tradisional yang rusak selama masa pemerintahan Donald Trump," ungkapnya.

Platform kampanye Biden yang menggunakan slogan "Build Back Better" menjadi faktor ketiga penentu arah kebijakan selama masa pemerintahannya.

"Dari kampanyenya selama pilpres, terlihat Presiden Biden bertujuan menghidupkan kembali ekonomi di kehidupan kelas menengah dengan meningkatkan upah minimal dan mendorong sejumlah paket stimulus ekonomi," kata dia.

Sebab tidak mungkin bagi negara besar seperti Negeri Paman Sam untuk memainkan peran global kuat tanpa ditopang kekuatan domestik yang sama kuatnya.

Poin-poin dalam pidato pelantikan Biden pada 20 Januari juga menjadi faktor penentu.

"Poin utamanya adalah persatuan dan call to action," tutur dia. "Presiden Biden menekankan bahwa warga AS harus bersatu dan saling hormat. Hal ini sangat kontras dibandingkan dengan retorika yang kerap beredar pada era Trump," kata dia.

Faktor idiosinkratik menjadi yang terakhir dalam penentu arah kebijakan AS. Idiosinkratik sendiri merupakan aspek yang dimiliki oleh pembuat keputusan seperti nilai, bakat, dan pengalaman sebelumnya yang memengaruhi proses pengambilan keputusan atau kebijakan.

Menurut Tirta, Biden sudah dipandang sebagai politikus senior dengan pengalaman di senat, hingga jadi wakil presiden di era Barack Obama, dan kini duduk di kursi presiden.

"Pemikiran politik luar negeri Biden sudah matang dan hubungannya dengan beberapa pemimpin dunia pun baik. Dia punya banyak modal dan merupakan globalist, saya rasa ini akan membuat perbedaan besar dibandingkan dengan era Trump," sebut dia.

Berita Lainnya