sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pascakudeta, keberadaan Aung San Suu Kyi belum diketahui

Militer Myanmar, tidak memberikan informasi tentang di mana mereka ditahan dan dalam kondisi apa.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 02 Feb 2021 18:12 WIB
Pascakudeta, keberadaan Aung San Suu Kyi belum diketahui
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Keberadaan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan para pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya masih belum diketahui usai penangkapan yang dilakukan militer pada Senin (1/2).

Militer Myanmar, yang disebut Tatmadaw, tidak memberikan informasi tentang di mana mereka ditahan dan dalam kondisi apa.

Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang hampir pensiun, menjanjikan pemilu yang bebas dan adil serta penyerahan kekuasaan kepada partai pemenang, tanpa memberikan kerangka waktu yang jelas.

Dalam rangka mengonsolidasikan kudeta, junta mencopot 24 menteri dan menunjuk 11 orang pengganti untuk mengawasi kementerian termasuk keuangan, pertahanan, urusan luar negeri dan dalam negeri.

Biksu Buddha Shwe Nya War Sayadawa, yang dikenal karena dukungannya yang terhadap NLD, juga termasuk di antara mereka yang ditangkap pada Senin. Para biksu merupakan kekuatan politik yang kuat di Myanmar dan mayoritas memeluk agama Buddha.

Salah satu keprihatinan utama PBB adalah nasib muslim Rohingya dan kelompok etnis minoritas lainnya yang diusir dari negara itu oleh militer dan tinggal di kamp-kamp pengungsi di negara tetangga, Bangladesh.

Bangladesh, yang menampung sekitar satu juta warga Rohingya, menyerukan perdamaian dan stabilitas, serta berharap proses untuk memulangkan para pengungsi dapat bergerak maju.

Militer Myanmar pada Senin menyatakan telah menahan Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan sejumlah tokoh senior lainnya dari partai yang berkuasa, NLD.

Sponsored

Tatmadaw telah merebut kekuasaan negara dalam sebuah kudeta yang terjadi 10 tahun setelah mereka menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.

Penahanan tersebut, kata pihak militer, merupakan tanggapan atas penipuan dalam pemilu pada November 2020, yang dimenangkan secara telak oleh partai yang dipimpin Suu Kyi, NLD.

Sebuah pernyataan di televisi milik Tatmadaw menyatakan, Jenderal Senior Min Aung Hlaing sekarang menguasai negara itu dan keadaan darurat telah diberlakukan selama satu tahun ke depan.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya

Ngotot mudik, kasus Covid-19 akan meroket

Kamis, 15 Apr 2021 19:09 WIB

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

Ben Wheatley beri bocoran film Meg 2

Kamis, 15 Apr 2021 19:40 WIB