sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemain naturalisasi Malaysia disuruh cari kerja lain

Seperti di Indonesia, optimisme terhadap program naturalisasi berubah kekecewaan. Dianggap percuma.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Kamis, 17 Jun 2021 11:25 WIB
Pemain naturalisasi Malaysia disuruh cari kerja lain

Timnas Malaysia kini diisi sejumlah pemain naturalisasi. Sayang, performa mereka tidak sesuai harapan suporter. "Lebih baik jadi agen asuransi saja," kata netizen Malaysia. 

Setelah Mahmadou Sumareh, baru-baru ini Malaysia menaturalisasi Guilherme de Paula asal Brasil dan Liridon Krasniqi yang mulanya berkewarganegaraan Kosovo. Keduanya diturunkan dalam pertandingan Malaysia vs Thailand, Rabu (16/6). 

Harimau Malaya, julukan Timnas Malaysia, sukses menunundukkan Thailand dengan skor 1-0. Hasil ini memang tidak membuat Malaysia lolos ke babak ketiga, fase terakhir kualifikasi untuk merebut tike ke Piala Dunia 2022. Namun, kemenangan lawan Thailand tetap disambut gembira pendukung Malaysia.

Di Grup G kualifikasi Piala Dunia, Malaysia berakhir di tempat ketiga. Mereka kalah bersaing dengan Uni Emirat Arab dan Vietnam. Kedua tim ini yang lolos ke babak ketiga. Posisi keempat dihuni Thailand, sementara Indonesia menjadi juru kunci alias di posisi terbawah. 

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Datuk Seri Reezal Merican Naina Merican menyambut kemenangan itu dengan kebanggaan tinggi. "Harimau Malaya kembali mengaum! Alhamdulillah!" kata Reezal di media sosialnya.

"Inilah prestasi yang perlu kekal di dada setiap pemain Harimau Malaya-dengan lencana yang membawa nama negara. Saya bangga dengan aksi pada malam ini. GOOD GAME Harimau Malaya!,” ujarnya lagi.  
 
Beda dengan menterinya, para pendukung Malaysia menyoroti performa dua pemain naturalisasi di laga tersebut. Mereka umumnya tidak puas dan menilai Guilherme de Paula dan Liridon Krasniqi bermain buruk. Kehadiran mereka tidak meningkatkan performa tim.

"Liridron Krasniqi sebaiknya lupakan sepakbola dan coba kerja lain seperti jual asuransi dsb. Tidak ada peningkatan permainan melainkan operan-operan hiburan. Akhirnya tim seolah bermain 10 orang saja. Sory" tulis Rawe Rontek.

Seperti juga yang terjadi di Indonesia, program naturalisasi menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, sejauh ini naturalisasi belum terbukti mengangkat prestasi Timnas Merah-Putih. Sejak program dimulai pada 2010, Indonesia belum berhasil menjuarai kejuaraan seperti AFF atau SEA Games. 

Sponsored

Sebenarnya ada 24 pemain naturalisasi di Malaysia, namun Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) hanya memanggil empat nama. Selain dua nama di atas, ada Mahmadou Sumareh dan Dion Cools. Nama terakhir pernah membela Belgia U-21.

Sejumlah pemain yang memiliki darah Malaysia namun berkebangsaan negara lain, disebut 'footballers born outside Malaysia'. Bagi FAM, mereka bukanlah pemain naturalisasi. Dengan definisi itu berarti, pemain yang berstatus naturalisasi hanya tiga orang. Mulanya program naturalisasi disambut optimisme, namun belakangan kritik terus mengalir. Berbagai ketidapuasan pun membanjiri media sosial. Sebagian berpendapat sebaiknya Malaysia fokus membina dan menggunakan pemain lokal saja.

Berita Lainnya