sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengusaha Lebanon sumbang topi Hitler ke Israel

Abdallah Chatila mengatakan dia membeli barang-barang memorabilia Nazi untuk mencegahnya digunakan sebagai alat propaganda.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 26 Nov 2019 13:54 WIB
Pengusaha Lebanon sumbang topi Hitler ke Israel
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Seorang pengusaha asal Lebanon menyumbangkan barang-barang memorabilia Nazi yang dibelinya di sebuah pelelangan kontroversial di Jerman ke penggalang dana Israel.

Abdallah Chatila mengatakan dia membeli benda-benda tersebut untuk mencegahnya digunakan sebagai alat propaganda neo-Nazi.

Pengusaha yang tinggal di Swiss itu menyumbangkan barang-barang memorabilia Nazi, termasuk topi milik Adolf Hitler, kepada organisasi penggalangan dana resmi Israel, Keren Hayesod.

Organisasi itu disahkan oleh Knesset pada Januari 1956, memberinya status sebagai "lembaga nasional". Keren Hayesod berkoordinasi dengan pemerintah Israel dan Badan Yahudi untuk Israel dalam memajukan prioritas nasional negara itu dan masyarakatnya. 

Chatila dilaporkan menghabiskan sekitar 600.000 euro untuk 10 barang selama pelelangan yang diadakan oleh rumah lelang Hermann Historica. Dia masuk daftar 300 orang terkaya di Swiss. 

"Populisme sayap kanan dan antisemitisme menyebar di seluruh Eropa dan dunia. Saya tidak ingin benda-benda ini jatuh ke tangan yang salah dan digunakan oleh orang-orang dengan niat tidak jujur," kata dia kepada surat kabar Swiss Le Matin Dimanche.

Selain topi, barang-barang lain yang dibeli Chatila termasuk kotak cerutu dan mesin tik Hitler.

Tindakan Chatila menuai pujian oleh kelompok-kelompok Yahudi, termasuk Asosiasi Yahudi Eropa (EJA). Menurut EJA, barang-barang yang memiliki nilai sejarah yang kecil tersebut dapat dibeli oleh mereka yang memuliakan nazisme. 

Sponsored

"Di dunia yang sinis ... itu merupakan kebaikan, kemurahan hati, dan solidaritas yang begitu mulia," kata rabi Menachem Margolin yang memimpin EJA.

Margolin juga mengatakan bahwa Chatila akan bergabung dengan kunjungan 100 anggota parlemen Eropa ke lokasi kamp konsentrasi Auschwitz pada Januari, di mana dia akan menerima penghargaan.

Pelelangan yang digelar oleh Hermann Historica menampilkan 147 barang terkait dengan Nazi Jerman, di antara lebih dari 800 koleksi sejarah Jerman sejak 1919.

Hermann Historica mengatakan bahwa mayoritas pelanggannya adalah museum, koleksi negara, dan kolektor pribadi. Mereka menekankan bahwa sejumlah langkah telah diambil untuk mencegah barang-barang tersebut jatuh ke tangan yang salah.

Sumber : BBC

Berita Lainnya