sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pentagon: 109 pasukan AS cedera otak akibat serangan Iran

Serangan Iran terhadap dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan AS merupakan balasan atas pembunuhan Qasem Soleimani.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 11 Feb 2020 15:33 WIB
Pentagon: 109 pasukan AS cedera otak akibat serangan Iran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2956
Dirawat 2494
Meninggal 240
Sembuh 222

Jumlah tentara Amerika Serikat yang didiagnosis menderita cedera otak traumatis (TBI) yang disebabkan oleh serangan rudal Iran ke sebuah pangkalan militer di Irak bulan lalu melonjak jadi 109 orang. Demikian diumumkan Pentagon pada Senin (10/2).

Kementerian Pertahanan AS lebih lanjut menjelaskan bahwa 109 pasukan AS dirawat karena TBI ringan. Namun, jumlah itu merupakan peningkatan signifikan dari 64, yang dilaporkan beberapa waktu lalu.

Menurut Pentagon, 76 dari tentara AS telah kembali bertugas, sementara 26 orang menjalani perawatan di AS dan Jerman, dan tujuh orang lain sedang dalam perjalanan dari Irak ke Jerman untuk dievaluasi dan dirawat. 

Pejabat Pentagon memperingatkan bahwa jumlah tersebut dapat terus berubah.

Sponsored

Jumlah cedera terus meningkat sejak Pentagon mulai merilis data tentang cedera sekitar sepekan setelah serangan yang berlangsung pada 8 Januari di pangkalan udara Al-Assad di Irak.

Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada korban di pihak AS dalam serangan terhadap dua pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak. Serangan itu sendiri merupakan pembalasan Iran atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani oleh AS.

Dan ketika ditanya tentang laporan cedera otak yang dialami pasukan AS, Trump mengatakan, "Saya dengar bahwa mereka menderita sakit kepala dan beberapa hal lain, tapi saya bisa sampaikan, itu tidak terlalu serius." (The Guardian)

Bau busuk kejar tayang revisi KUHP

Bau busuk kejar tayang revisi KUHP

Rabu, 08 Apr 2020 17:05 WIB
Ironi kebut legislasi di tengah pandemi

Ironi kebut legislasi di tengah pandemi

Rabu, 08 Apr 2020 11:36 WIB
Berita Lainnya