logo alinea.id logo alinea.id

Penyanyi rap Nicki Minaj batal tampil di Arab Saudi

Nicki Minaj dijadwalkan tampil di Jeddah World Fest pada 18 Juli.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 10 Jul 2019 16:59 WIB
Penyanyi rap Nicki Minaj batal tampil di Arab Saudi

Penyanyi rap Nicki Minaj membatalkan penampilannya di Arab Saudi yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di Jeddah. Rencana Minaj untuk beraksi di Arab Saudi sebelumnya telah memicu protes menyusul catatan hak asasi manusia negara yang dipimpin Raja Salman tersebut.

Sementara, kontroversi lain berkisar pada isu busana yang akan dikenakannya saat tampil di Arab Saudi yang ultrakonservatif. Minaj kerap muncul dengan pakaian terbuka.

"Setelah melalui perenungan yang cermat, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan jadwal konser saya di Jeddah World Fest," ungkap penyanyi berusia 36 tahun itu.

"Yang saya inginkan tidak lebih dari tampil di hadapan para penggemar saya di Arab Saudi, tapi setelah mendidik diri saya lebih baik terkait sejumlah isu, saya meyakini adalah penting bagi saya untuk menegaskan dukungan saya bagi hak-hak perempuan, komunitas LGBTQ dan kebebasan berekspresi," imbuhnya.

Pada Jumat (5/7), Yayasan HAM yang bermarkas di AS melayangkan surat terbuka kepada Minaj. Mereka mendesak Minaj untuk mundur dari festival yang akan digelar pada 18 Juli.

Tidak sampai di situ saja. Mereka juga menyerukan agar Minaj menolak uang dari rezim Arab Saudi dan menggunakan pengaruhnya untuk menuntut pembebasan aktivis perempuan yang ditahan di negara itu.

Sejumlah pengguna media sosial sempat mencap keputusan Minaj untuk tampil di Jeddah munafik, kontras dengan penampilannya di pawai LGBTQ. Homoseksualitas sendiri dilarang di Arab Saudi.

Minaj bukan penyanyi internasional pertama yang memicu kontroversi dengan menerima undangan untuk tampil di Arab Saudi. Mengabaikan seruan aktivis HAM, diva dunia Mariah Carey beraksi di negara itu pada awal tahun ini, sementara pada Desember lalu, penyanyi rap Nelly dikecam karena melakukan konser khusus bagi penonton pria. 

Sponsored

Di bawah Visi 2030 yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi ingin mengurangi ketergantungannya pada sektor minyak, mendiversifikasi ekonominya serta mengembangkan sektor layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, rekreasi dan pariwisata. 

Namun, pengawasan terhadap terhadap catatan HAM Arab Saudi meningkat pascapembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

Para Maret, Arab Saudi juga mendapat kecaman lebih lanjut ketika mengadili 10 aktivis hak-hak perempuan.

Sumber : BBC