logo alinea.id logo alinea.id

Peringatan Apple ke Trump: Tarif impor China jadi senjata makan tuan

Daftar perusahaan AS yang mendesak Trump untuk mengakhiri perang dagang dengan China terus bertambah. Salah satunya, Apple.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 21 Jun 2019 17:05 WIB
Peringatan Apple ke Trump: Tarif impor China jadi senjata makan tuan

Apple Inc, Keurig Dr Pepper Inc, Dollar Tree Inc dan Fitbit Inc bergabung dengan perusahaan lainnya untuk mengajukan surat penentangan terhadap rencana pemerintahan Donald Trump untuk menerapkan tarif yang lebih banyak atas produk China, termasuk iPhone, MacBook dan mesin pembuat kopi berukuran kecil.

AS dan China telah memulai kembali perundingan untuk mengakhiri perang dagang setelah lebih dari satu bulan absen. Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan akan bertatap muka di KTT G20 di Osaka, Jepang, pekan depan.

Trump sendiri sebelumnya mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk menghantam China dengan tarif tambahan senilai US$300 miliar jika pertemuannya dengan Presiden Xi tidak menghasilkan kemajuan.

"Putaran tarif baru akan mengurangi daya saing Apple dan memangkas kontribusi yang dapat diberikan kepada Kementerian Keuangan AS," demikian pernyataan tertulis Apple yang ditujukan kepada pemerintah AS pada Kamis (20/6).

Dalam suratnya, Apple menyinggung mereka adalah perusahaan AS pembayar pajak terbesar dan menegaskan kembali janji pada 2018 untuk secara langsung menyumbang lebih dari US$350 miliar ke perekonomian negara itu selama lima tahun.

Kehadiran yang tidak signifikan perusahaan-perusahaan China dan non-AS lainnya juga menjadi alasan mengapa Apple akan terpukul hebat oleh tarif AS.

Pungutan juga akan menimpa Airpods, Apple TV, baterai serta suku cadang. Beberapa produk ini terhindar dari putaran tarif sebelumnya yang diberlakukan September 2018 senilai US$200 miliar, tetapi dimasukkan kembali dalam daftar ketika Trump memutuskan untuk menyiapkan tarif tambahan terhadap sisa impor dari Tiongkok.

Saat ini para pejabat tengah mendengar pendapat dari produsen, pengecer dan pebisnis AS lainnya untuk mempertimbangkan rencana tarif tersebut.

Sponsored

Semakin banyak yang protes

Perusahaan kopi dan minuman Keurig Dr Pepper dan raksasa teknologi Apple adalah yang terbaru dalam daftar perusahaan AS yang terus berkembang menekan pemerintah Trump untuk membatalkan rencana mengenakan tarif pada impor China lainnya.

Produsen pendingin udara Carrier Inc, unit dari United Technologies Corp, mengatakan putaran tarif terbaru untuk suku cadang AC akan menghasilkan kenaikan harga yang signifikan bagi konsumen AS.

Perusahaan mengatakan akan membutuhkan waktu 12 hingga 18 bulan untuk menemukan sumber suku cadang alternatif, dan biaya yang lebih tinggi mungkin memaksa mereka untuk keluar dari segmen harga yang lebih rendah dari pasar pendingin udara.

Yang lainnya seperti Dell Technologies Inc, HP Inc, dan Walmart Inc juga telah bersuara.

Pembuat gelang elektronik pintar Wearable Fitbit Inc dalam suratnya mengatakan, tarif akan menghasilkan keunggulan kompetitif bagi produsen China di pasar AS, memicu kekhawatiran keamanan nasional dengan menempatkan kesehatan, lokasi, dan data keuangan yang sensitif dalam jangkauan pemerintah China.

"Rival asal China bersedia mengorbankan keuntungan untuk mendapatkan pangsa pasar dengan cara yang tidak bisa dilakukan perusahaan AS seperti Fitbit," imbuhnya.

Sementara itu, penasihat Keurig mengatakan, sekitar 88% dari seluruh mesin pembuat kopi yang dijual di AS diimpor dari China. Mesin kopi mereka sendiri dipakai di lebih dari 28 juta rumah tangga dan digunakan di lebih dari 1 juta kamar hotel. 

"Ini penting, bagi para produsen yang terkena dampak langsung dan konsumen peminum kopi yang tidak punya pilihan selain membayar harga yang lebih tinggi untuk mesin pembuat kopi atau melupakan ritual minuman pagi mereka," sebut perusahaan itu dalam suratnya kepada Kantor Perwakilan Dagang AS.

Banyak perusahaan AS bergantung pada China untuk mendapatkan beragam produk dan mencari pemasok alternatif akan menaikkan biaya, dalam banyak kasus lebih dari tarif 25%. Demikian ungkap beberapa saksi dalam minggu ini kepada panel yang terdiri dari pejabat dari Kantor Perwakilan Dagang AS, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, dan lembaga federal lainnya.

Daftar yang diusulkan, yang akan siap diputuskan oleh Trump pada 2 Juli, mencakup hampir semua produk konsumen. Itu telah ditentang keras oleh pengecer seperti Dollar Tree, yang merupakan salah satu dari 50 pengusaha AS teratas dan importir terbesar ketujuh.

"Sederhananya, pengenaan bea tambahan 25% pada jenis produk rumah tangga sehari-hari yang kami tawarkan akan memiliki dampak negatif yang signifikan dan tidak proporsional pada rumah tangga AS berpenghasilan menengah dan rendah," kata Dollar Tree.

Tarif itu juga bisa menekan penjualan pada musim Natal, terutama ponsel pintar, komputer, mainan, dan perangkat elektronik. 

Sumber : Reuters