sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Peringatan Xi Jinping bagi yang ingin memecah belah China

Peringatan Xi Jinping muncul di tengah memanasnya situasi di Hong Kong dan belum ditemukannya solusi atas perang dagang dengan AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 14 Okt 2019 14:09 WIB
Peringatan Xi Jinping bagi yang ingin memecah belah China

Presiden Xi Jinping memperingatkan bahwa segala upaya untuk memecah belah China akan dihancurkan. Pernyataan itu dilontarkannya saat Tiongkok tengah menghadapi serangkaian protes prodemokrasi di Hong Kong dan sorotan atas perlakuannya terhadap kelompok minoritas muslim.

"Siapa pun yang berusaha memecah China akan berakhir dengan tubuh yang hancur dan tulang-tulang yang remuk," tutur Xi dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli pada Minggu (13/10), seperti dilaporkan CCTV.

Xi, Presiden China pertama yang mengunjungi Nepal dalam 22 tahun terakhir, tiba di negara itu pada Sabtu (12/10) untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Kedua pihak membahas kesepakatan untuk memperluas jalur kereta api antara Himalaya dan Tibet.

PM Oli mengatakan kepada Xi bahwa Nepal akan menentang segala kegiatan anti-China di wilayahnya.

China, yang sedang berusaha untuk meredam eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat, telah melihat otoritas politiknya ditantang oleh demonstrasi prodemokrasi yang semakin keras di Hong Kong.

Pengunjuk rasa di Hong Kong menilai bahwa semakin lama, Beijing semakin memperkuat upaya mengikis kebebasan di kota itu.

Dalam beberapa bentrokan yang terjadi, polisi di Hong Kong telah menggunakan peluru karet, gas air mata dan meriam air untuk memukul mundur demonstran antipemerintah. Serangkaian protes, yang telah pecah sejak Juni, menjerumuskan kota itu ke dalam krisis politik terburuknya dalam beberapa dekade terakhir.

Presiden AS Donald Trump mengatakan akan sulit untuk bernegosiasi dengan Tiongkok jika sesuatu yang buruk terjadi dalam penanganan unjuk rasa di Hong Kong.

Sponsored

Trump menyatakan, dirinya membahas persoalan Hong Kong dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada Sabtu dalam putaran perundingan dagang terbaru mereka.

Kedua pihak mencapai fase pertama kesepakatan yang telah meningkatkan optimisme untuk meraih konsensus yang lebih luas.

Pekan lalu, AS memasukkan 28 entitas China ke dalam daftar hitam atas dugaan keterlibatan mereka dalam pelanggaran terhadap etnis Uighur dan minoritas lainnya di Provinsi Xinjiang. Ke-28 entitas itu sekarang berada dalam daftar mereka yang dilarang membeli produk-produk dari perusahaan-perusahaan AS tanpa persetujuan dari Washington.

Sebelum tiba di Nepal, Presiden Xi berada di India untuk bertatap muka dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

Sumber : The Guardian