logo alinea.id logo alinea.id

Perjanjian pembatasan senjata nuklir jarak menengah AS-Rusia runtuh

Pada Jumat (2/8), AS resmi mundur dari INF yang disepakatinya dengan Rusia pada 1987.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 02 Agst 2019 17:32 WIB
Perjanjian pembatasan senjata nuklir jarak menengah AS-Rusia runtuh

Amerika Serikat tidak akan lagi dilarang memiliki rudal jarak menengah yang diluncurkan di darat begitu Washington menarik diri dari Traktat Pembatasan Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF) pada Jumat (2/8). Namun, para pejabat menuturkan bahwa dana untuk uji coba dan pengembangan rudal akan segera habis.

Tahun lalu, Washington telah mengumumkan pihaknya akan menarik diri dari INF. Mereka menyebut Rusia gagal mematuhi perjanjian tersebut.

Moskow sendiri membantah telah melanggar INF dan balik menuduh AS mundur karena ingin mengejar perlombaan senjata baru.

Dalam beberapa pekan ke depan, AS diperkirakan akan melakukan uji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat. Pada November, Pentagon akan melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah. Keduanya akan menjadi uji coba senjata konvensional, bukan nuklir.

Pejabat AS dalam pekan ini mengatakan bahwa setelah dana habis, penelitian dan uji coba di masa depan akan berisiko. Pasalnya DPR AS saat ini dikontrol Demokrat.

Tidak seperti di Senat, yang dipimpin oleh Republikan, DPR menolak untuk mengucurkan permintaan pemerintahan Trump senilai US$96 juta yang akan digunakan untuk pengembangan rudal dalam tahun anggaran 2020 dan kebijakan pertahanan.

"Jika Anda memangkas ini, Anda menghambat kemampuan Kementerian Pertahanan untuk merespons pelanggaran perjanjian oleh Rusia," ujar seorang pejabat senior pertahanan AS, yang menjelaskan pesan Pentagon kepada kongres. "Itu tidak akan mengembalikan perjanjian (INF), tapi itu akan membantu Rusia."

INF yang diteken pada 1987, mengeliminasi seluruh nuklir dan misil konvensional serta peluncurnya yang memiliki jangkauan 500 hingga 5.500 km.

Sponsored

Washington dan Moskow saling menyalahkan atas runtuhnya INF. AS berdalih mereka perlu mengembangkan rudal jarak menengah untuk mencegah Rusia, padahal senjata itu tidak ditempatkan di Eropa.

Pentagon juga melihat pengembangan senjata baru sebagai serangan balasan ke China, yang kekuatan rudal daratnya semakin canggih. Pejabat AS bertahun-tahun telah memperingatkan bahwa AS dirugikan oleh pengembangan pasukan rudal berbasis darat Tiongkok yang kian canggih, yang tidak dapat ditandingi Pentagon karena terikat oleh INF.

Politikus Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata DPR Adam Smith telah menentang penarikan AS dari INF.

"Mundur dari perjanjian itu akan memungkinkan Putin membelokkan tanggung jawab dan menyalahkan AS atas runtuhnya pakta dan setiap perlombaan senjata berikutnya," kata Smith.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper bulan lalu mengatakan bahwa meninggalkan INF akan membebaskan militer AS untuk tidak hanya menangani Rusia, tetapi juga China.

Sumber : Reuters