sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi Uganda tembak mati tersangka bom bunuh diri

Polisi Uganda juga menangkap 21 tersangka bagian dari tindakan keras terhadap Pasukan Demokrat Sekutu.

Sita Aisha Ananda
Sita Aisha Ananda Jumat, 19 Nov 2021 16:46 WIB
Polisi Uganda tembak mati tersangka bom bunuh diri

Polisi Uganda tembak mati lima tersangka dan menangkap 21 orang terkait bom bunuh diri kembar diklaim afiliasi ISIS yang menewaskan tiga orang.

Juru bicara polisi, Fred Enanga, dalam konferensi pers pada Kamis (18/11), menyatakan, petugas kontraterorisme di bagian barat negara itu membunuh empat tersangka teroris di Ntoroko yang sedang menyebrang kembali ke DRC.

Orang kelima itu, kata dia, Sheikh Abas Muhamed Kirevu, tewas di dekat ibu kota ketika mencoba untuk melarikan diri dari penangkapan. Kirevu, diketahui seorang pemimpin kelompok islam lokal yang bertanggung jawab untuk membangkitkan kembali sel-sel teror di Kampala.

Polisi juga menangkap 21 tersangka bagian dari tindakan keras terhadap Pasukan Demokrat Sekutu (ADF), sebuah kelompok bersenjata yang aktif di Republik Demokratik Kongo timur yang dikaitkan Amerika Serikat dengan ISIS.

ADF, secara historis merupakan kelompok pemberontak Uganda, telah dituduh membunuh ribuan warga sipil di DRC timur.

Ledakan pada Selasa, di ibu kota Kampala terjadi dalam beberapa menit. Dua pelaku bom bunuh diri menggunakan sepeda motor menyamar sebagai pengemudi ojek "boda boda" kemudian meledakan bom di dekat parlemen, sementara penyerang ketiga menargetkan pos pemeriksaan di dekat kantor polisi pusat.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 33 lainnya. ADF mengaku, bertanggungjawab atas sebuah bom yang dikemas dengan paku dan pecahan peluru yang meledak di dekat sebuah restoran pinggir jalan di Kawempe bulan lalu.

Polisi menangkap sejumlah tersangka operasi ADF setelah insiden tersebut dan memperingatkan bahwa orang lain diyakini merencanakan serangan baru terhadap "instalasi besar".

Sponsored

Kelompok itu diketahui telah lama menentang aturan Presiden Yoweri Museveni, sekutu keamanan AS yang merupakan pemimpin Afrika pertama yang mengerahkan pasukan penjaga perdamaian di Somalia untuk melindungi pemerintah federal dari kelompok bersenjata al-Shabab. (Sumber: aljazeera)

Berita Lainnya