sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prancis terapkan lockdown ketiga, sekolah ditutup

Presiden Prancis Emmanuel Macron umumkan lockdown ketiga berlaku sejak Sabtu, 3 April.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 01 Apr 2021 12:26 WIB
Prancis terapkan lockdown ketiga, sekolah ditutup
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa sekolah-sekolah di seluruh negeri akan ditutup selama setidaknya tiga minggu. Langkah itu adalah bagian dari lockdown terbaru untuk mengekang peningkatan kasus Covid-19. Macron mengatakan bahwa sekolah akan beralih ke pembelajaran jarak jauh mulai pekan depan.

Semua toko yang tidak penting tutup mulai Sabtu (3/4) dan akan ada larangan bepergian lebih dari 10 kilometer dari rumah tanpa alasan yang jelas.

Dalam pidatonya yang disiarkan langsung di televisi pada Rabu (31/3), Macron menggambarkan situasi di negara itu sebagai sensitif dan mengatakan bahwa April adalah periode waktu yang penting. "Kami akan kehilangan kendali jika tidak bergerak sekarang," katanya.

Langkah-langkah lockdown yang disosialisasikan di sejumlah wilayah di Prancis pada awal bulan ini juga diperluas ke distrik lain. Presiden berusia 43 tahun itu mengatakan, langkah lockdown adalah upaya untuk mengendalikan penyebaran virus

Prancis sedang menghadapi puncak infeksi Covid-19 dengan lebih dari 5.000 orang dalam perawatan intensif. Pada Rabu, Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan 59.038 kasus infeksi baru.

Prancis sejauh ini mencatat lebih dari 4,6 juta kasus Covid-19, termasuk 95.495 fatalitas. "Setiap orang harus membatasi kontak mereka dengan orang lain," ujar Macron.

Jam malam nasional Prancis yang dimulai setiap pukul 19.00 akan tetap berlaku dan orang-orang kembali diminta untuk bekerja dari rumah. Presiden Macron meyakini bahwa akhir dari pandemik akan datang lebih cepat dari yang diperkirakan jika warga Prancis menaati langkah-langkah pembatasan baru tersebut.

Merespons kebijakan itu, parlemen Prancis akan memperdebatkan langkah-langkah yang diumumkan oleh Macron sebelum memberikan suara pada mereka pada Kamis (1/4). Dalam wawancara dengan radio France Inter pada Selasa (30/3), kepala penyakit menular di rumah sakit Tenon di Paris, Gilles Pialoux, menilai bahwa lockdown seharusnya diterapkan lebih cepat.

Sponsored

"Kami telah kehilangan begitu banyak waktu sehingga tindakan sekarang akan lebih sulit dan bertahan lebih lama," tutur dia.

Dukungan publik untuk lockdown nasional baru dilaporkan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan jajak pendapat Institut Elabe yang diterbitkan pada Rabu menunjukkan bahwa 54% warga mendukung tindakan tersebut.

Sumber : BBC

Berita Lainnya