close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Paul Rusesabagina. Foto  Ist
icon caption
Paul Rusesabagina. Foto Ist
Dunia
Sabtu, 25 Maret 2023 09:31

Rusesabagina, Pahlawan Hotel Rwanda 1994 akhirnya dibebaskan

Keputusan untuk meringankan hukuman Rusesabagina mengikuti permintaan grasi.
swipe

Paul Rusesabagina dibebaskan dari penjara setelah hukumannya diringankan atas perintah presiden. Padahal pada 2021, pengadilan Rwanda menjatuhinya hukuman 25 tahun karena kasus terorisme. Tuduhan yang dibantah Rusesabagina.

Paul Rusesabagina sangat lekat dengan film Hotel Rwanda. Pada 1994, saat bekerja sebagai penjaga penginapan di Hôtel des Mille Collines, Kigali, ia menjadi pahlawan karena berhasil menyembunyikan dan melindungi 1,268 pengungsi Hutu dan Tutsi dari pasukan militer Interahamwe saat Genosida Rwanda. Tak ada pengungsi yang ditangkap atau dibunuh saat serangan tersebut.

Perjuangan Rusesabagina itu menjadi dasar dari film nominasi Academy Award Hotel Rwanda (2004), dimana ia diperankan oleh aktor Amerika Don Cheadle.

Rusesabagina, 68, didampingi oleh seorang pejabat kedutaan Amerika Serikat ketika dia dipindahkan dari penjara ke kediaman duta besar Qatar di ibu kota Rwanda Kigali pada Jumat malam, menurut dua pejabat senior pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang memberi pengarahan kepada wartawan di Washington, DC.

Keputusan untuk meringankan hukuman Rusesabagina mengikuti permintaan grasi. Juru bicara pemerintah Yolande Makolo mengatakan hal tersebut kepada Al Jazeera pada hari Jumat.

Rusesabagina, seorang kritikus vokal Presiden Paul Kagame, diperkirakan akan dipindahkan ke ibu kota Qatar, Doha dan kemudian ke AS, kata Majid Al-Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, kepada Al Jazeera pada hari Jumat. Rusesabagina memiliki hak tinggal permanen di AS.

“Prosedur pemindahannya … sedang berlangsung,” kata Al-Ansari.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengeluarkan pernyataan menyambut pembebasan tersebut, meskipun para pejabat AS mengatakan tidak ada janji yang diberikan kepada Kigali selain pengakuan publik atas langkah mereka.

"Sungguh melegakan mengetahui bahwa Paul bergabung kembali dengan keluarganya, dan pemerintah AS berterima kasih kepada pemerintah Rwanda karena memungkinkan reuni ini," kata Blinken.

“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah Qatar atas bantuan berharga mereka yang memungkinkan Paul kembali ke Amerika Serikat.”

Dibawa ke Kigali
Rusesabagina dijatuhi hukuman penjara 25 tahun pada tahun 2021 karena menjadi bagian dari kelompok yang bertanggung jawab atas serangan "teroris". Dia menolak untuk berpartisipasi dalam persidangannya, yang dia dan para pendukungnya sebut sebagai "palsu".

Dia tiba-tiba muncul kembali di Rwanda pada Agustus 2020 setelah bertahun-tahun hidup di pengasingan. Rusesabagina 'diculik' ketika naik pesawat di Dubai. Ia percaya pesawat itu akan membawanya ke Burundi tetapi penerbangan itu malah membawanya ke Kigali.

Ia pun ditangkap atas sembilan tuduhan terorisme yang terkait dengan hubungannya dengan FLN (Front Pembebasan Nasional), sayap bersenjata partai oposisi Partai Demokrasi Rwanda-Ihumure (PDR-Ihumure), yang mengaku bertanggung jawab atas serangan teroris pada tahun 2018 yang menewaskan sedikitnya sembilan orang.

Organisasi hak asasi manusia serta anggota Kongres AS dan Parlemen Eropa menggambarkan pengiriman Rusesabagina ke Rwanda sebagai ilegal menurut hukum internasional. AS menunjuknya sebagai "penahanan yang salah". Salah satu sebabnya karena kurangnya jaminan pengadilan yang adil di Rwanda.

Menteri Kehakiman Rwanda saat itu Johnston Busingye kemudian mengakui dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa Rwanda memang membayar pesawat yang mengangkut Rusesabagina.

“Pembebasan Rusesabagina akan menyimpulkan kasus yang telah menyoroti pengabaian terang-terangan Rwanda terhadap norma-norma internasional ketika berusaha menargetkan orang-orang yang dianggap sebagai musuh negara – bahkan mereka yang berada jauh di luar perbatasan mereka,” kata Lewis Mudge, direktur Human Rights Watch Afrika Tengah, kepada Al Jazeera.

Rusesabagina memang dianggap sebagai musuh pemerintah. Sejak melarikan diri dari Rwanda pada tahun 1996, ia telah menjadi kritikus terkemuka Paul Kagame dan pemerintah RPF (Front Patriotik Rwanda). Ia mendirikan partai politik PDR-Ihumure pada tahun 2006, dan saat ini menjadi Presiden Rwanda Movement for Democratic Change.(aljazeera)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan