sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Update konflik Rusia-Ukraina: Rusia juga targetkan Ukraina bagian Selatan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina baru permulaan.

Hermansah Nadia Lutfiana Mawarni
Hermansah | Nadia Lutfiana Mawarni Sabtu, 23 Apr 2022 09:28 WIB
Update konflik Rusia-Ukraina: Rusia juga targetkan Ukraina bagian Selatan

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim, kemenangan atas perebutan kota pelabuhan Mariupol setelah pertempuran melawan Ukraina selama hampir dua bulan. Walau begitu, pasukan Rusia tidak dapat memasuki pabrik baja Azovstal di kota tersebut yang tetap dikuasai tentara Ukraina dan diduduki warga sipil. Namun, Putin tetap memerintahkan pasukan untuk mengepung pabrik tersebut agar orang-orang yang terjebak di dalamnya tak dapat keluar.

Dilansir VOA, Sabtu (23/4), para pejabat Ukraina masih mengumpulkan bukti bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang. Mereka menyatakan kuburan massal yang tertangkap kamera satelit di luar Kota Mariupol cukup menjadi bukti. Foto-foto itu diambil dari Maxar Technologies, sebuah perusahaan citra satelit AS yang menggambarkan 200 kuburan baru yang digunakan untuk mengubur warga sipil korban perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada Bank Dunia, bahwa negaranya memerlukan bantuan hingga 7 miliar dolar per bulan dan akan memerlukan ratusan miliar dolar untuk pulih dari invasi oleh Rusia. Amerika Serikat juga mengesahkan bantuan 800 juta dolar lagi.

 “Paket ini mencakup senjata artileri berat, puluhan howitzer dan 144.000 butir amunisi,” kata Biden dalam pidato singkat di Gedung Putih. Ia mengatakan pengiriman senjata baru itu ditujukan untuk membantu pasukan Ukraina bertempur di wilayah Donbas.

Biden mengatakan bantuan baru, selain paket 800 juta dolar, hampir menghabiskan bantuan militer AS untuk Ukraina yang diotorisasi Kongres. Namun, Biden mengatakan ia dalam waktu dekat akan meminta Kongres untuk mengesahkan dana bantuan perang lebih besar.

Setelah berhasil menguasai Mariupol, Rusia memindahkan selusin unit militer mereka dari pelabuhan Mariupol yang hancur ke Ukraina Timur dan menggempur kota-kota di seluruh wilayah, demikian kata pihak berwenang Ukraina Jumat (22/4) waktu setempat.

Sementara, TV pemerintah Rusia menunjukkan bendera separatis Donetsk pro-Moskow dikibarkan di tempat yang dikatakan sebagai titik tertinggi kota itu, yakni menara TV. Sekaligus menunjukkan apa yang dikatakannya sebagai bangunan utama di pabrik baja Azovstal yang terkepung di Mariupol yang terbakar.

Kremlin telah mengerahkan lebih dari 100.000 tentara dan tentara bayaran dari Suriah dan Libya ke dalam pertempuran di Ukraina dan mengerahkan lebih banyak pasukan di negara itu setiap hari, kata Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov, “Kami memiliki situasi yang sulit, tetapi tentara kami membela negara kami,” katanya.

Sponsored

Banyak kota dan desa di Donbas yang dibombardir-kawasan industri di Timur yang telah dinyatakan Kremlin sebagai panggung perang utama yang baru -serta di wilayah Kharkiv di Barat, dan di Selatan, kata pihak berwenang.

Pasukan Rusia menyudutkansekitar 2.000 pejuang Ukraina yang bersembunyi di dalam pabrik Azovstal yang luas, kantong perlawanan terakhir yang diketahui di kota pelabuhan Selatan yang strategis, demikian dilaporkan kantor wali kota.

“Setiap hari mereka menjatuhkan beberapa bom di Azovstal,” kata Petro Andryushchenko, penasihat Wali kota Mariupol. “Pertempuran, penembakan, pengeboman tidak berhenti.”

Danilov melaporkan bahwa sekitar 12 hingga 14 unit militer elite Rusia, telah meninggalkan Mariupol dan mulai bergerak ke Timur untuk ambil bagian dalam pertempuran di sana.

“Sekarang akan sulit bagi pasukan kami, karena orang-orang kami di Mariupol mengambil (unit-unit itu) sendiri. Itu adalah keberanian dan prestasi mereka,” katanya.

Danilov juga mengatakan, Kyiv berhasil mengirimkan senjata melalui helikopter dengan risiko besar di bawah perlindungan malam ke pabrik baja Mariupol, yang telah dibombardir selama berminggu-minggu.

Menanggapi itu, Putin mengatakan, Rusia memberi pilihan kepada pasukan Ukraina di dalam pabrik itu untuk menyerah, dengan jaminan untuk membuat mereka tetap hidup, dan menawarkan “perawatan dan perawatan medis yang layak,” menurut  Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

“Tetapi rezim Kyiv tidak mengizinkan mereka mengambil kesempatan ini,” tuding Putin.

Dalam perkembangan lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pembicaraan antara kedua negara “berhenti” karena Moskow belum menerima tanggapan dari Kyiv untuk proposal terbaru, yang rinciannya belum dirilis.

Negosiator utama Putin pada pembicaraan itu, Vladimir Medinsky, mengatakan dia mengadakan beberapa percakapan panjang Jumat dengan kepala delegasi Ukraina. Dia tidak memberikan rincian.

Juga, Rustam Minnekayev, seorang pejabat senior militer Rusia, secara terbuka menguraikan tujuan perang Rusia yang tampaknya lebih luas daripada apa yang telah dinyatakan Kremlin dalam beberapa pekan terakhir. Dia mengatakan pasukan Rusia bertujuan untuk mengambil kendali penuh tidak hanya di Ukraina Timur tetapi juga Selatan.

Dia mengatakan langkah seperti itu akan membuka jalan ke negara Moldova, di mana Rusia mendukung wilayah Transnistria yang memisahkan diri. Para pejabat Moldova dengan hati-hati mengawasi tindakan Putin di Ukraina.

Dalam video pidato malamnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina baru permulaan, karena menurutnya mereka ingin merebut negara lain.

Penasihat Zelenskyy Mykhailo Podolyak menambahkan bahwa Rusia selalu berbohong kepada semua orang dan sebenarnya sejak awal, mereka ingin mencuri beberapa wilayah Ukraina untuk mengamankan jalan ke Transnistria.

Sumber : Associated Press

Berita Lainnya