sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rusia yakin berhasil atasi penyebaran coronavirus

Sejauh ini, Rusia mencatat dua kasus coronavirus jenis baru.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 12 Feb 2020 17:00 WIB
Rusia yakin berhasil atasi penyebaran coronavirus

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menjelaskan bahwa situasi penyebaran wabah coronavirus jenis baru di negaranya terkendali. Sejauh ini, Rusia mencatat dua kasus coronavirus.

"Keduanya adalah warga negara China. Mereka telah menjalani perawatan rumah sakit dan salah satu dari mereka sudah dipulangkan. Kasus infeksi mereka tergolong ringan," jelas Vorobieva dalam konferensi pers di kediamannya di Kuningan, Jakarta, pada Rabu (12/2).

Dia mengatakan bahwa pemerintah Rusia telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dan mereka meyakini tidak akan ada penyebaran coronavirus lebih lanjut di negara itu.

Dubes Vorobieva menambahkan, pada awal Februari, Kementerian Situasi Darurat Rusia mengirim pesawat untuk mengevakuasi lebih dari 500 warga Rusia yang berada di Provinsi Hubei, wilayah yang menjadi sumber penyebaran coronavirus jenis baru.

"Semua yang kembali ke Rusia telah ditempatkan dalam karantina selama dua minggu. Sejauh ini, belum ada yang terdeteksi telah terjangkit coronavirus," kata dia.

Selain itu, Dubes Vorobieva menerangkan bahwa Rusia telah memberikan bantuan kemanusiaan ke China, termasuk donasi dua juta masker dan sejumlah obat-obatan. Dia menekankan, Moskow siap membantu Beijing memerangi virus yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diberi nama resmi Covid-19.

Lebih lanjut, Negeri Beruang Merah sedang bekerja sama dengan para pakar kesehatan dari Tiongkok untuk mengembangkan vaksin bagi coronavirus jenis baru.

Vorobieva menyebut, sebagai langkah untuk mencegah penyebaran coronavirus, Rusia telah menutup perbatasan darat dengan China. Meski begitu, lalu lintas udara tetap berjalan seperti biasa.

Sponsored

"Masih ada penerbangan reguler dari pesawat milik maskapai Aeroflot," ujar dia.

Korban meninggal secara global akibat coronavirus jenis baru menyentuh 1.115. Sementara itu, menurut data situs pelacak Johns Hopkins University, lebih dari 45.000 orang di seluruh dunia terinfeksi virus tersebut.

Berita Lainnya