logo alinea.id logo alinea.id

Terdakwa teror Christchurch mengklaim tidak bersalah

51 orang tewas dalam serangan teror di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 14 Jun 2019 09:31 WIB
Terdakwa teror Christchurch mengklaim tidak bersalah

Tersangka utama serangan teror Christchurch pada 15 Maret 2019 menyatakan dirinya tidak bersalah atas seluruh tuduhan. Brenton Tarrant, menghadapi 51 tuduhan pembunuhan, 40 tuduhan percobaan pembunuhan dan satu tuduhan terorisme dalam penembakan massal paling mematikan di Selandia Baru.

Muncul melalui tautan video dari penjara, pria Australia berusia 29 tahun itu duduk diam ketika pengacaranya membacakan permohonannya.

Ini adalah kali pertama tuduhan terorisme diajukan di Selandia Baru.

Sejumlah penyintas dan kerabat korban serangan teror Christchurch hadir di pengadilan. Ketika pengacara Tarrant, Shane Tiat, membacakan permohonan kliennya yang mengklaim tidak bersalah, sejumlah hadirin tersentak dan menangis. Sebaliknya, Tarrant justru tersenyum menyeringai.

Hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander mengumumkan bahwa persidangan akan dimulai pada 4 Mei 2020, dan Tarrant akan dikembalikan ke tahanan sampai sidang pemeriksaan kasus dilakukan pada 16 Agustus.

Dalam penampilan terakhinya di pengadilan pada April, Tarrant diperintahkan untuk menjalani uji kesehatan mental demi menentukan apakah dia layak untuk diadili. Namun pada Jumat, Hakim Mander menyatakan bahwa tidak ada masalah dengan kesehatan terdakwa dan tes semacam itu tidak dibutuhkan.

Pekan lalu, pembatasan penerbitan foto wajah tersangka juga dicabut.

'Hari paling gelap di Selandia Baru'

Sponsored

Terdakwa ditangkap pada 15 Maret karena melancarkan penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre, keduanya berlokasi di Christchurch. Lima puluh satu orang tewas dalam tragedi itu.

Tarrant, diduga menjadikan Masjid Al Noor sebagai target pertamanya. Dia memarkirkan mobilnya di dekat rumah ibadah umat Islam itu sebelum mulai melepas tembakan.

Dia menayangkan langsung aksinya di Facebook.

Tersangka, kemudian mengemudi sekitar 5 km ke Masjid Linwood dan menewaskan lebih banyak orang.

Berbicara pascaserangan teror, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut 15 Maret adalah hari tergelap bagi negaranya.

Tarrant mempersenjatai dirinya dengan senapan semi otomatis termasuk AS-15, yang diyakini telah dimodifikasi dengan magasin berkapasitas tinggi sehingga dapat menyimpan lebih banyak peluru. Dia saat ini ditahan di Penjara Auckland di Paremoremo, yang merupakan penjara dengan keamanan maksimum di Selandia Baru. (BBC dan AFP)