sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Trump setop pendanaan untuk WHO, apa kata Sekjen PBB?

Trump menilai bahwa WHO gagal melaksanakan tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 15 Apr 2020 16:23 WIB
Trump setop pendanaan untuk WHO, apa kata Sekjen PBB?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.263.299
Dirawat 160.142
Meninggal 34.152
Sembuh 1.069.005

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (14/4) menginstruksikan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyusul penanganan badan PBB itu terhadap pandemik coronavirus jenis baru. Langkah Trump pun mengundang kecaman.

Trump menilai bahwa WHO gagal melaksanakan tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab.

Dia menuduh organisasi itu mengandalkan disinformasi China tentang Covid-19 yang kemungkinan mengarah pada penyebaran virus yang lebih luas daripada yang seharusnya terjadi.

Kendati demikian, Trump menekankan bahwa AS akan terus terlibat dengan WHO dalam apa yang disebutnya reformasi yang berarti.

Trump menyatakan bahwa penangguhan pada pendanaan terhadap WHO akan berlanjut sementara AS meninjau peringatan organisasi tersebut tentang Covid-19 dan China.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menuturkan bahwa saat ini bukan waktunya untuk mengurangi dana ke WHO atau organisasi lain yang memerangi pandemik coronavirus jenis baru.

"Sekarang adalah waktunya untuk bersatu dan komunitas internasional bekerja bersama dalam solidaritas untuk menghentikan virus ini serta konsekuensinya yang menghancurkan," sebut Guterres.

WHO belum merespons keputusan Trump.

Sponsored

Nahid Bhadelia, spesialis penyakit menular dan direktur medis Unit Patogen Khusus di Boston University, mengatakan bahwa keputusan Trump akan menjadi bencana.

"Memangkas 15% (kontribusi AS) dari anggaran WHO selama pandemik terbesar yang diproyeksikan pada abad ini adalah bencana mutlak," twit Nahid. "WHO adalah mitra teknis global, platform di mana negara-negara berdaulat berbagi data/teknologi, mata kita pada lingkup global pandemik ini."

AS mencatat kasus Covid-19 terbanyak di dunia, yaitu lebih dari 609.000 kasus. Dari jumlah itu, fatalitas telah melampaui 26.000. Itu juga merupakan yang terbanyak di dunia.

Sementara itu, lebih dari 38.000 orang dilaporkan telah sembuh.

Bukan kali ini saja Trump mengkritik WHO. Pekan lalu, dia juga menyebut WHO gagal dan sangat China-sentris. Merespons pernyataan Trump tersebut, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa sekarang bukan waktunya untuk retorika semacam itu.

"Fokus seluruh kelompok politik adalah untuk menyelamatkan rakyat. Tolong jangan politisasi virus ini," kata Tedros dalam konferensi pers di Jenewa pekan lalu.

"Jika Anda ingin memiliki lebih banyak kantong mayat, silahkan lanjutkan. Jika Anda tidak ingin menginginkan banyak kantong mayat, maka jangan dipolitisasi."

Menjawab label China-sentris yang diberi Trump, Tedros mengatakan, "Kami dekat dengan semua negara, kami buta warna." (Al Jazeera)

Berita Lainnya

Netflix tayangkan film Geez & Ann

Kamis, 25 Feb 2021 19:48 WIB

Perpres 7/2021 perkuat penanganan terorisme

Kamis, 25 Feb 2021 19:58 WIB