sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Trump tawarkan pengampunan kepada pendiri WikiLeaks?

Gedung Putih membantah tuduhan Trump menawarkan pengampunan bagi Assange.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 20 Feb 2020 11:24 WIB
Trump tawarkan pengampunan kepada pendiri WikiLeaks?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Pengacara pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan bahwa seorang mantan anggota Kongres Amerika Serikat menawari kliennya pengampunan atas nama Donald Trump jika Assange bersedia membantah keterlibatan Rusia dalam kebocoran email Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) pada 2016.

Mengutip pernyataan saksi, pada Rabu (19/2), Edward Fitzgerald mengatakan kepada pengadilan bahwa Dana Rohrabacher mengunjungi Assange di Kedutaan Besar Ekuador di London atas instruksi presiden. Misi Rohrabacher, menurutnya, adalah menawarkan pengampunan dengan syarat, Assange menyatakan bahwa Rusia tidak terkait dengan kebocoran email tersebut.

Pernyataan Fitzgerald dibuat di Pengadilan Magistrat Westminster selama sidang pendahuluan atas permintaan AS agar Assange diekstradisi lewat tuduhan di bawah UU Spionase.

Namun, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu, Rohrabacher mengklaim bahwa dia tidak pernah berbicara tentang Assange dengan Trump. Rohrabacher juga mengaku bahwa kunjungannya ke Kedubes Ekuador adalah bagian dari misi pribadinya untuk mencari fakta.

"Ketika berbicara dengan Julian Assange, saya mengatakan kepadanya bahwa jika dia bisa memberi saya informasi dan bukti tentang siapa yang sebenarnya memberinya email DNC, saya akan meminta Presiden Trump untuk mengampuninya," ujar Rohrabacher. "Tidak pernah saya menawarkan kesepakatan yang dibuat oleh presiden, saya juga tidak mengatakan bahwa saya mewakili presiden."

Sekretaris Pers Gedung Putih Stephanie Grisham menyebut klaim Fitzgerald sebagai kebohongan total.

"Presiden nyaris tidak mengenal Dana Rohrabacher selain dia sebagai seorang mantan anggota Kongres. Dia tidak pernah berbicara dengannya terkait hal ini atau hampir semua topik. Ini adalah rekayasa atau kebohongan total. Ini mungkin merupakan hoaks dan kebohongan total yang tidak akan pernah berakhir dari DNC," ungkap Grisham dalam pernyataannya.

Assange ditangkap pada April tahun lalu di Kedubes Ekuador lewat surat perintah ekstradisi AS. Dia menghadapi 18 dakwaan di Negeri Paman Sam atas perannya dalam mendorong, menerima, dan mempublikasi informasi pertahanan nasional. Sidang ekstradisinya akan dimulai pekan depan.

Sponsored

Pertemuan Rohrabacher pada Agustus 2017 dengan Assange pertama kali dilaporkan oleh Daily Caller. Menurut laporan itu, keduanya bertatap muka selama tiga jam di Kedubes Ekuador. 

Pada 2018, Rohrabacher mengonfirmasi kepada CNN, dia telah bertemu Assange. Dan dalam pertemuan itu, kata Rohrabacher, Assange menyatakan bukan Rusia dalang di balik peretasan email DNC.

Rohrabacher mengklaim dia mencoba untuk menyampaikan pesan Assange langsung kepada Trump, namun Kepala Staf Gedung Putih saat itu, John Kelly, menolaknya.

"Tidak ada yang menindaklanjuti ... termasuk Jenderal Kelly dan itu adalah diskusi terakhir saya tentang isu ini dengan siapa pun yang mewakili Trump atau di dalam pemerintahannya," kata Rohrabacher pada Rabu.

Sementara itu, pascasidang pada Rabu, WikiLeaks mentwit, "Masalah kronologi: Pertemuan dan penawaran dibuat 10 bulan setelah Julian Assange secara independen menyatakan Rusia bukan sumber publikasi DNC."

Assange, seorang warga negara Australia, saat ini ditahan di penjara Belmarsh, London, yang memiliki tingkat keamanan tinggi. Dua anggota parlemen Australia, Andrew Wilkie dan George Christensen, telah menyerukan otoritas Inggris untuk memblokir ekstradisi Assange ke AS.

Assange menghabiskan tujuh tahun di dalam Kedubes Ekuador di London setelah bersembunyi di sana sejak 2012 untuk menghindari penyidikan di Swedia terkait tuduhan penyerangan seksual. Namun, pada November 2019, Swedia mengumumkan menghentikan penyidikan kasus tersebut karena alasan rentang antara waktu kejadian dan proses hukumnya terlampau jauh, yaitu sembilan tahun. (CNN)

Berita Lainnya