sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Venezuela usir Dubes UE akibat sanksi baru

Venezuela mengusir Dubes UE setelah blok tersebut memberlakukan sanksi baru terhadap pejabat pemerintah pekan ini.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 25 Feb 2021 15:31 WIB
Venezuela usir Dubes UE akibat sanksi baru

Meneteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza pada Rabu (24/2) meminta Duta Besar Uni Eropa di Caracas, Isabel Brilhante, untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam.

Menlu Arreaza menyatakan kepala delegasi tersebut sebagai persona non grata setelah Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap pejabat Venezula pekan ini.

Arreaza menggambarkan sanksi terhadap 19 pejabat Venezuela sebagai langkah yang benar-benar tidak dapat diterima.

Sanksi tersebut merupakan tanggapan atas pemilihan legislatif yang dimenangkan oleh sekutu Presiden Nicolas Maduro yang dianggap curang oleh oposisi Venezuela dan turut dikritik oleh sejumlah negara Barat.

"Kami melakukan ini karena tuntutan keadaan," jelas Menlu Arreaza.

Dua diplomat Uni Eropa mengkritik langkah Venezuela, tetapi mereka menyatakan hal tersebut tidak akan mengubah kebijakan terkait sanksi atau menggagalkan upaya untuk menengahi cara menuju pilpres baru yang bebas dan adil di negara Amerika Selatan itu.

"Uni Eropa sangat menyesalkan keputusan ini, yang hanya akan menyebabkan isolasi internasional Venezuela lebih lanjut. Kami menyerukan agar keputusan ini dibatalkan," tutur Nabila Massrali, juru bicara dari Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Tak lama setelah mengumumkan pengusiran, Arreaza mengatakan dalam pernyataan lain bahwa dia telah mengirimkan catatan protes kepada diplomat dari Jerman, Prancis, Belanda, dan Spanyol, yang dia katakan sebagai empat negara yang bertindak dengan niat jahat untuk mendorong sanksi baru terhadap Venezuela.

Sponsored

Dalam sebuah pidato yang disiarkan secara nasional, Arreaza menuturkan Maduro telah menunjukkan sikap murah hati dengan membolehkan misi Eropa tetap di Venezuela setelah mereka menolak untuk mengakuinya sebagai kepala negara pada 2019.

"Kami sedang mengupayakan dialog dan langkah-langkah penting telah diambil dengan negara Eropa," kata Maduro dalam siaran langsung televisi pada Rabu malam, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. 

Sumber : Reuters

Berita Lainnya