sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden Ukraina desak negara-negara Barat tingkatkan sanksi terhadap Rusia

Uni Eropa siap melarang impor batu bara dari Rusia sebagai bentuk sanksi di bidang industri energi vital atas invasinya ke Ukraina.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Kamis, 21 Apr 2022 12:50 WIB
Presiden Ukraina desak negara-negara Barat tingkatkan sanksi terhadap Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, situasi yang sulit tengah terjadi di wilayah Timur dan Selatan negaranya. Sementara itu, pasukan Rusia terus melanjutkan serangan utamanya di wilayah Donbas, Ukraina.

Seperti dilansir VOA, Kamis (21/4), dalam video yang disiarkan kepada rakyat, Zelenskiy mengatakan, penjajah terus berupaya memperoleh beberapa kemenangan dengan melancarkan serangan baru berskala besar.

“Negara-negara barat seharusnya memahami kebutuhan kami dengan memberikan sanksi terhadap Rusia selain memasok senjata,” ungkap presiden.

Di samping itu, Zelenskiy juga mendesak agar negara-negara Barat terus meningkatkan sanksi terhadap Rusia dengan segera menerapkan larangan penuh atas impor minyak dan produksi Rusia.

Sebelumnya, Uni Eropa siap melarang impor batu bara dari Rusia sebagai bentuk sanksi di bidang industri energi vital atas invasinya ke Ukraina. Namun, embargo minyak dan gas alam tidak akan dilakukan mengingat risiko resesi ekonomi yang mengancam Uni Eropa. Pelarangan impor batu bara ini diperkirakan merugikan Rusia US$4,4 miliar per tahun.

Pengamat energi dan importir batu bara mengatakan, Eropa dapat menggantikan pasokan batu bara dari Rusia dalam beberapa bulan, dari negara lain termasuk Amerika Serikat.

Langkah itu penting karena mematahkan pendapat selama ini bahwa pemutusan pasokan energi dari Rusia akan merugikan Uni Eropa. Namun, inflasi diprediksi akan mencapai rekor tertinggi. Walau demikian, jika dibandingkan dengan gas dan minyak, pemutusan batu bara akan menimbulkan kerugian yang lebih sedikit pada ekonomi eropa.

Uni Eropa diketahui membayar Rusia US$20 juta per hari untuk batu bara, tetapi 850 juta dolar per hari untuk minyak dan gas.

Sponsored

Menanggapi tambahan sanksi tersebut, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan, saat ini lebih dari 6.000 sanksi dari seluruh dunia diterima negaranya.

"Segala hal dilakukan untuk mempercepat inflasi, menciptakan kekurangan barang-barang konsumsi, dan pada akhirnya menimbulkan ketegangan sosial dan ketidakpuasan masyarakat. Semua ini direncanakan dengan hati-hati, dan penulis strategi ini berharap bahwa badai sanksi akan menghancurkan ekonomi kami dalam beberapa hari. Skenario mereka tidak menjadi kenyataan," kata Mishustin.

Berita Lainnya