logo alinea.id logo alinea.id

Venezuela tutup konsulat di Kanada

Kanada adalah salah satu dari 50 negara, yang mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden interim Venezuela.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 10 Jun 2019 15:37 WIB
Venezuela tutup konsulat di Kanada

Venezuela mengumumkan akan menutup konsulatnya di Vancouver, Toronto, dan Montreal. Caracas hanya menyisakan kedutaan besarnya di Ottawa untuk menangani urusan diplomatik di Kanada.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan keputusan tersebut pada Sabtu (8/6), mengatakan hal itu merupakan tanggapan atas penutupan sementara Kedutaan Besar Kanada di Caracas.

"Rezim Venezuela telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi kemampuan kedutaan asing untuk berfungsi di negara mereka," kata Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland.

Freeland menambahkan, Kanada akan terus memberi bantuan konsuler kepada warganya di Venezuela melalui kedubes mereka yang bertempat di Kolombia.

Kanada adalah salah satu dari 50 negara, yang mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden interim Venezuela.

Dalam sebuah pernyataan, Kemlu Venezuela menilai keputusan Kanada sebagai langkah politik yang mencerminkan permusuhan pemerintah Ottawa terhadap Caracas. 

Merujuk pada prinsip timbal balik, Kemlu Venezuela mengatakan akan sementara memberhentikan semua layanan konsulat jenderal di Vancouver, Toronto, dan Montreal.

"Semua fungsi diplomatik Venezuela di Kanada akan dikonsentrasikan di kedubes di Ottawa," sebut pernyataan itu.

Sponsored

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menlu Freeland membahas upaya yang sedang berlangsung untuk mendukung pembangunan kembali demokrasi Venezuela dan sokongan bagi Guaido.

Maduro menuduh Washington berusaha memicu kudeta untuk melengserkan dirinya dan menjadikan Guaido "boneka" AS, serta mengambil kendali atas sumber daya alam Venezuela.

Rusia, China, Kuba, Bolivia, Turki, dan sejumlah negara lain menyuarakan dukungan mereka untuk Maduro yang terpilih secara konstitusional sebagai satu-satunya presiden Venezuela yang sah.

Baru-baru ini, Washington telah meningkatkan tekanan untuk menggulingkan Maduro dan menggantikannya dengan Guaido. 

Pemerintahan Trump memblokir beberapa aset minyak Venezuela dan menjatuhkan sanksi pada perusahaan minyak dan gas milik negara, PDVSA, memberikan pukulan berat bagi ekonomi negara yang bergantung pada minyak.

Majelis Nasional, lembaga Venezuela yang dikepalai Guaido, menyatakan Maduro sebagai perampas kekuasaan. Oposisi mengklaim Maduro berhasil mendapatkan masa kedua karena menang dalam pilpres yang penuh kecurangan. (France 24)