logo alinea.id logo alinea.id

Video detik-detik penembakan sadis di Masjid Christchurch New Zealand

Brenton Tarrant menembak sadis di Masjid Linwood dan Al Noor di Christchurch, New Zealand, pada Jumat (15/3) menewaskan 49 orang.

Sukirno
Sukirno Jumat, 15 Mar 2019 18:12 WIB
Video detik-detik penembakan sadis di Masjid Christchurch New Zealand

Sebuah video detik-detik penembakan sadis di Masjid Linwood dan Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) yang menewaskan 49 orang beredar.

Video berdurasi 17 menit itu disiarkan langsung oleh pelaku melalui akun Facebook. Aksi dimulai ketika pria dengan akun twitter Brenton Tarrant mulai memasuki mobil dan mengenakan pelindung tubuh bergaya militer dan helm. "Mari kita mulai pesta ini," ujarnya.

Dia kemudian mengendarai mobil sembari mendengarkan lagu sebelum kemudian memarkir kendaraan minibusnya di sebuah sudut yang sepi. Pria bersarung tangan warna hijau dan jaket serta celana hitam itu turun dari mobilnya menuju bagasi.

Sembari menenteng senjata semi otomatis yang dipenuhi tulisan. Dia mengambil satu dari enam senjata yang ada di bagasi belakang mobilnya.

Dengan santai, dia kemudian masuk ke dalam Masjid Al Noor sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Sebelum memasuki masjid, dia langsung memberondong peluru dengan sasaran siapapun orang yang ada di depan pintu masjid.

Setelah beberapa orang di pintu masjid dipastikan tewas, Tarrant memasuki masjid sambil terus menembakkan peluru. Selanjutnya, dia menuju ruang utama di dalam masjid dan menembaki satu per satu jemaah yang ada di sana.

Sembari mengisi kembali peluru dengan tenang, dia memeriksa korban yang telah ditembaknya. Tarrant kemudian menembaki lagi jemaah yang tengah beribadah di dalam masjid.

Belasan orang di dalam masjid telah terkapar dan bersimbah darah, Tarrant kembali berjalan ke luar ruangan. Dia berjalan ke mobilnya dan mengganti senjata. 

Sponsored

Saat ada orang yang berlari menuju jalanan, Tarrant memburunya. Dia pun melepaskan peluru berkali-kali ke arah orang yang berlari. Meski telah terkapar, dia tetap memberondong peluru berkali-kali.

Tak lama berselang, Tarrant kembali ke dalam masjid. Dia memastikan seluruh korban telah tewas sembari memberondong peluru lagi berkali-kali. Bahkan, pada korban-korban yang telah terkapar.

Setelah memastikan semua korban tewas, dia kembali ke halaman masjid. Dia melihat orang di dalam mobil, tembakan kembali diletuskan. 

Saat dia sudah berada di jalanan, ada seorang perempuan yang berlari. Tembakan diarahkan kepada perempuan tersebut. Meski sudah terkapar, sembari menunduk dengan tenang, Tarrant menghampiri perempuan tersebut dan menembak kepalanya hingga dua kali.

Beberapa detik kemudian, dia kembali ke mobilnya dan melarikan diri. Dia sempat berhenti untuk kembali menembakkan peluru kepada satu orang lainnya melalui jendela mobil.

Meski sudah di dalam mobil, aksi itu masih disiarkan live streaming. Bahkan, dia menyesal lantaran tidak membakar masjid dengan dua jerigen bensin yang telah disiapkannya.

Dalam konferensi pers, Komisioner Polisi Mike Bush mengatakan bahwa korban tewas akibat penembakan bertambah menjadi 49 orang. Sebanyak 41 tewas di Masjid Al Noor, tujuh sisanya tewas di Masjid Linwood, dan seorang korban meninggal di rumah sakit.

Sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa 40 orang tewas dan 20 terluka akibat aksi penembakan tersebut.

"Sejauh ini, seorang pria berusia 20-an telah didakwa atas pembunuhan dan akan disidang di Pengadilan Christchurch besok pagi," jelas Bush.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hari ini, kita semua berduka cita yang amat dalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa penembakan membabi-buta oleh teroris di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru. Siapa pun pelakunya, saya mengutuk dengan keras aksi tersebut. Saya terus memantau perkembangan pasca penembakan itu, mengingat di kota Christchurch bermukim sejumlah Warga Negara Indonesia. Tim perlindungan WNI di Selandia Baru saat ini sedang menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat, rumah sakit, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di sana. Dari Tanah Air, saya mengimbau kepada para WNI di Selandia Baru, khususnya di Christchurch, untuk senantiasa waspada dan hati-hati.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB