close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto Pixabay.
Dunia
Sabtu, 01 Januari 2022 17:26

WHO: Pandemi berakhir di 2022, asal...

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tahun 2022 bisa menjadi akhir dari pandemi Covid-19.
swipe

Ada kabar baik datang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tahun 2022 bisa menjadi akhir dari pandemi Covid-19.

Menurut Tedros, misi itu bisa tercapai dengan syarat cakupan vaksinasi yang tinggi. Selama pertemuan ekonomi terbesar di dunia yakni G7 dan G20, WHO menantang para pemimpin untuk memvaksinasi 40% dari total populasi mereka pada akhir 2021 dan 70% pada pertengahan 2022. 

Dilansir dari laman resmi PBB, Sabtu (1/1) Tedros menyebut negara-negara berpenghasilan rendah mungkin akan sulit memenuhi target karena pasokan vaksin hanya mengandalkan negara lain, memungkinkan baru tiba mendekati kadaluwarsa, dan ketiadaan perlengkapan penting seperti jarum suntik.

"Target 40% bisa dilakukan. Ini bukan hanya rasa malu moral, itu mengorbankan nyawa dan memberi virus kesempatan untuk beredar tanpa terkendali dan bermutasi," katanya. Tedros memperingatkan bahwa booster di negara-negara kaya dapat menyebabkan negara-negara berpenghasilan rendah kembali gagal memenuhi target karena monopoli distribusi. Mereka meminta para pemimpin negara-negara kaya dan produsen untuk bekerja sama mencapai tujuan 70% pada bulan Juli.

"Kami memiliki 185 hari ke garis finish untuk mencapai 70% pada awal Juli 2022. Dan jam dimulai sekarang,” imbuh dia. Sejak awal, Tedros mengakui bahwa mengalahkan ancaman kesehatan baru akan membutuhkan sains, solusi, dan solidaritas.

Tedros kembali mengingatkan sejak 2020, ada 1,8 juta kematian, meningkat menjadi 3,5 juta pada 2021. Namun, jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi. Ini belum terhitung jutaan orang di seluruh dunia yang berurusan dengan konsekuensi jangka panjang dari persebaran virus.

Saat ini varian Omicron mendorong kasus ke rekor-rekor baru bahkan di beberapa negara Eropa, yang terhitung sebagai negara maju. Tedros sangat prihatin Omicron yang lebih menular akan mengarah ke tsunami kasus tahun ini.

Sebelumnya Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan pihaknya menghadapi gelombang pandemi terdahsyat bersamaan dengan malam pergantian tahun. "Minggu-minggu mendatang akan sulit, kita semua tahu itu," kata Macron dalam pidato malam tahun baru 2022 yang disiarkan secara nasional seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/1). Infeksi baru selama 24 jam terakhir berada di atas 200.000 untuk hari ketiga berjalan, menjadikan Prancis salah satu episentrum dari infeksi varian Omicron yang melanda seluruh Eropa.

Infeksi di Prancis, salah satu negara yang melakukan pengujian paling luas, berada jauh di atas penghitungan yang tercatat di Italia dan Inggris, yang juga melaporkan catatan baru pada hari Jumat, dengan masing-masing 144.243 dan 106.122 kasus.

img
Nadia Lutfiana Mawarni
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan