sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WNI eks sandera Abu Sayyaf diserahkan ke keluarga

Farhan merupakan salah satu dari tiga WNI yang diculik Abu Sayyaf di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia, pada 24 September 2019.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 23 Jan 2020 15:02 WIB
WNI eks sandera Abu Sayyaf diserahkan ke keluarga
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 248852
Dirawat 57796
Meninggal 9677
Sembuh 180797

Pada Kamis (23/1), seorang WNI anak buah kapal (ABK) yang dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf akhirnya bertemu dengan keluarganya. Upacara serah terima, yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

"Alhamdullilah, hari ini kita diberikan kesempatan untuk menyerahkan saudara kita, Muhammad Farhan, kepada pihak keluarga," tutur Menlu Retno.

Farhan merupakan salah satu dari tiga WNI yang diculik Abu Sayyaf di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia, pada 24 September 2019. Tiga ABK itu diculik saat sedang mengumpulkan ikan, mereka kemudian dibawa ke markas Abu Sayyaf di kawasan hutan di selatan Sulu, Filipina.

Dua sandera lainnya, Maharudin dan Samiun, telah dibebaskan pada 22 Desember 2019 dan kemudian diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing pada 26 Desember 2019.

Menlu Retno mengapresiasi baik kerja sama antarpihak dalam negeri maupun dengan otoritas Filipina atas keberhasilan pembebasan pria asal Baubau, Sulawesi Tenggara, tersebut.

"Atas kerja sama, baik secara internal maupun dengan otoritas Filipina, Farhan dapat dibebaskan dengan selamat,"

Farhan, yang merupakan anak dari Maharudin, dibebaskan dari penyanderaan Abu Sayyaf dalam operasi penyelamatan militer Filipina di Indanan, Sulu, pada Rabu (15/1).

Dalam kesempatan yang sama, kakak Farhan, Sri Wahyuni, berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembebasan adiknya.

Sponsored

"Saya mewakili keluarga mengucapkan puji syukur kepada Yang Maha Kuasa karena Farhan dapat kembali ke Indonesia. Kami turut berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada Bu Retno, atas upayanya membebaskan adik saya," tutur dia.

Berita Lainnya