Dunia / Krisis Yunani-Rusia

Yunani usir dua diplomat Rusia

Pemerintah Yunani menuding para diplomat Rusia bertindak untuk mendapatkan dan mendistribusikan informasi sensitif.

Yunani usir dua diplomat Rusia Ilustrasi / Pixabay

Yunani telah memerintahkan pengusiran dua diplomat Rusia dan melarang masuknya dua orang lainnya. Mereka diduga melemahkan keamanan nasional, laporan media lokal.

Pemerintah Yunani menuding para pejabat Rusia bertindak untuk mendapatkan dan mendistribusikan informasi sensitif. Demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (11/7).

Peristiwa pengusiran ini menandai keterpurukan dalam hubungan diplomatik Athena dan Moskow. Selama beberapa dekade, hubungan keduanya erat.

Yunani mengusir diplomat Rusia setelah mengklaim bahwa mereka terlibat dalam upaya untuk mencuri materi yang kemudian dapat digunakan untuk menyuap para pejabat Yunani, demikian laporan surat kabar harian Kathimerini.

Menurut Kathimerini yang mengutip sumber diplomatik senior, salah satu dari dua diplomat yang akan diusir bernama Victor Yakovlev.

Laporan Kathimerini menyebutkan bahwa Rusia dalam beberapa cara telah mencoba campur tangan dalam sejumlah isu sensitif, khususnya sehubungan dengan penamaan Makedonia.

Bulan lalu, Makedonia dan Yunani setuju untuk mengakhiri pertikaian yang telah berlangsung selama 27 tahun dengan mengganti nama eks negara Yugoslavia itu menjadi Republik Makedonia Utara.

Merespons langkah Yunani, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa, "Rusia akan mengambil tindakan balasan, seperti biasanya dalam kondisi seperti itu."

Selama ini, Athena dilaporkan telah berhati-hati untuk menjaga hubungan eratnya dengan Moskow di tengah kabar yang menyebutkan bahwa Negeri Beruang Merah berupaya memperluas pengaruhnya di negara itu.

Meski demikian, sumber-sumber diplomatik yang dikutip oleh Kathimerini menambahkan bahwa Yunani masih bertujuan untuk mempertahankan "hubungan kerja sama yang baik" dengan Rusia.

Pada Maret, para diplomat Rusia diusir dari lebih dari 25 negara. Itu terjadi setelah para pemimpin Uni Eropa sepakat bahwa "sangat mungkin" Rusia bertanggung jawab atas serangan racun saraf Novichok terhadap agen ganda Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Inggris.

Namun, Yunani tidak termasuk di antara negara yang mengusir diplomat Rusia.


Berita Terkait