10 tanda penyakit jantung yang perlu diwaspadai, nyeri dada bukan satu-satunya gejala
Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini mencakup berbagai gangguan yang memengaruhi fungsi dan struktur jantung, mulai dari penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan irama jantung (aritmia), hingga penyakit katup jantung.
Penyakit jantung umumnya terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke jantung. Selain itu, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, serta faktor keturunan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung.
Meski nyeri dada sering dianggap sebagai gejala utama, tanda-tanda penyakit jantung sebenarnya dapat muncul dalam berbagai bentuk. Bahkan, beberapa gejalanya kerap disalahartikan sebagai gangguan kesehatan lain yang lebih ringan.
Dilansir dari British Heart Fondation, Jumat (19/6), berikut 10 tanda penyakit jantung yang perlu diwaspadai.
1. Nyeri dada
Nyeri dada merupakan gejala penyakit jantung yang paling umum. Keluhan ini biasanya muncul ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner.
Rasa nyeri dapat berupa tekanan, sesak, panas, atau sensasi seperti dada tertindih benda berat. Sebagian orang menggambarkannya seperti ada beban besar yang menekan bagian tengah dada.
Jika nyeri dada tidak membaik setelah beristirahat selama beberapa menit atau disertai sesak napas, keringat dingin, dan mual, kondisi tersebut dapat menjadi tanda serangan jantung dan memerlukan penanganan medis segera.
2. Nyeri atau sensasi terbakar di perut
Tidak semua gangguan jantung menimbulkan nyeri di dada. Pada sebagian orang, terutama wanita, gejala dapat berupa rasa nyeri atau sensasi terbakar di bagian perut atas yang menyerupai gangguan pencernaan atau sakit maag.
Hal ini terjadi karena letak jantung, lambung, dan kerongkongan yang saling berdekatan sehingga gejalanya terkadang sulit dibedakan. Apabila keluhan tersebut muncul secara tiba-tiba, terutama disertai gejala lain seperti sesak napas atau keringat dingin, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
3. Nyeri menjalar ke lengan, rahang, atau punggung
Saat terjadi gangguan pada jantung, rasa nyeri tidak selalu terbatas pada area dada. Nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, hingga punggung.
Kondisi ini terjadi karena saraf yang membawa sinyal nyeri dari jantung juga terhubung dengan bagian tubuh lainnya. Gejala ini perlu diwaspadai, terutama jika muncul bersamaan dengan nyeri dada atau rasa tidak nyaman yang berlangsung cukup lama.
4. Keringat dingin
Berkeringat saat cuaca panas atau setelah berolahraga merupakan hal yang normal. Namun, munculnya keringat dingin secara tiba-tiba tanpa aktivitas fisik yang berat dapat menjadi tanda adanya masalah pada jantung.
Keringat dingin sering kali muncul ketika jantung mengalami kesulitan memompa darah secara optimal sehingga tubuh memberikan respons darurat. Apabila kondisi ini disertai nyeri dada, sesak napas, atau mual, segera cari pertolongan medis karena dapat mengindikasikan serangan jantung.
5. Sensasi tercekik di tenggorokan
Sebagian penderita penyakit jantung, khususnya angina, dapat mengalami sensasi tertekan, sesak, atau seperti tercekik di area tenggorokan.Keluhan ini muncul akibat berkurangnya aliran darah ke jantung dan sering kali disalahartikan sebagai masalah pada saluran pernapasan atau tenggorokan.
Jika sensasi tersebut terjadi berulang, terutama saat beraktivitas, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan penyebabnya.
6. Mual
Mual atau rasa ingin muntah memang lebih sering dikaitkan dengan gangguan pencernaan. Namun, gejala ini juga dapat muncul saat seseorang mengalami serangan jantung.Pada beberapa kasus, mual muncul bersamaan dengan nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, atau rasa tidak nyaman di bagian tubuh lainnya.
Karena sering dianggap sebagai masalah lambung biasa, banyak orang terlambat menyadari bahwa gejala tersebut berkaitan dengan gangguan jantung.
7. Pergelangan kaki bengkak
Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai dapat menjadi tanda gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika kemampuan jantung memompa darah menurun sehingga cairan menumpuk di berbagai jaringan tubuh.
Selain menyebabkan pembengkakan, penumpukan cairan juga dapat membuat berat badan meningkat dalam waktu singkat.Jika pembengkakan terjadi terus-menerus atau semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
8. Nyeri kaki saat berjalan
Rasa nyeri, pegal, atau kram pada betis saat berjalan dapat menjadi tanda penyakit arteri perifer, yaitu penyempitan pembuluh darah yang menghambat aliran darah ke kaki.Kondisi ini sering ditemukan pada perokok, penderita diabetes, dan mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi.
Penyakit arteri perifer tidak hanya memengaruhi kaki, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke karena berkaitan dengan gangguan pembuluh darah secara keseluruhan.
9. Kelelahan berlebihan
Merasa lelah setelah beraktivitas merupakan hal yang wajar. Namun, kelelahan yang terjadi terus-menerus tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda penyakit jantung.
Ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif, pasokan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Akibatnya, tubuh terasa lemah dan mudah lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan. Kondisi ini sering ditemukan pada penderita gagal jantung dan tidak boleh dianggap sepele.
10. Jantung berdebar
Jantung berdebar atau palpitasi adalah sensasi ketika detak jantung terasa lebih cepat, lebih kuat, atau tidak beraturan.Meski sering dipicu oleh stres, kafein, atau kurang tidur, jantung berdebar juga dapat menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia.
Jika keluhan ini terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai pusing hingga pingsan, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Meski begitu tidak semua gejala di atas menandakan penyakit jantung. Namun, jika gejala muncul berulang, semakin berat, atau disertai nyeri dada yang tidak kunjung membaik, sesak napas, keringat dingin, maupun pingsan, segera cari pertolongan medis.
Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung, gagal jantung, hingga stroke.


