Bagi sebagian orang, cokelat mungkin hanya dianggap sebagai camilan pengusir rasa bosan atau penambah mood di sela aktivitas. Namun, di balik rasa pahit manisnya, dark cokelat menyimpan kandungan alami dari biji kakao yang telah lama menarik perhatian para peneliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Berbagai studi ilmiah kemudian mengaitkan konsumsi dark cokelat berkadar kakao tinggi dengan sejumlah efek positif, mulai dari dukungan terhadap kesehatan jantung hingga fungsi otak. Meski demikian, manfaat tersebut tetap bergantung pada porsi konsumsi yang wajar, mengingat cokelat juga mengandung gula dan kalori yang tidak sedikit. Berikut ini beberapa manfaat dark cokelat dilansir dari Healthline, Jumat (6/2).
1. Kaya nutrisi penting
Dark cokelat berkualitas dengan kandungan kakao tinggi mengandung serat larut serta berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh. Dalam satu batang dark cokelat seberat 50 gram dengan kandungan kakao 70% sampai 85% terdapat sekitar 5,5 gram serat, 33% kebutuhan harian zat besi, 28% magnesium, 98% tembaga, dan 43% mangan.
Selain itu, dark cokelat juga mengandung kalium, fosfor, seng, serta selenium. Kandungan lemaknya didominasi oleh asam oleat, asam stearat, dan asam palmitat yang relatif ramah bagi kesehatan jantung. Meski kaya nutrisi, porsi 50 gram dark cokelat tetap mengandung sekitar 300 kalori dan 12 gram gula, sehingga konsumsinya perlu dibatasi dalam jumlah wajar.
2. Sumber antioksidan kuat
Dark cokelat mengandung berbagai senyawa aktif seperti polifenol, epikatekin, katekin, dan procyanidin yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa tersebut membantu melawan radikal bebas penyebab stres oksidatif yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Kehadiran antioksidan dalam dark cokelat juga dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol LDL, pencegahan kerusakan sel, perlindungan terhadap pembuluh darah, dukungan dalam pengelolaan gula darah, serta kontribusi terhadap kesehatan otak.
3. Membantu aliran darah dan tekanan darah
Flavonoid pada kakao dapat merangsang endotel pembuluh darah menghasilkan nitric oxide (NO), yaitu senyawa yang membantu pembuluh darah rileks sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun.
Beberapa penelitian menunjukkan efek positif, meski hasilnya masih beragam. Studi tahun 2019 pada perempuan menemukan konsumsi dark cokelat 85% sempat meningkatkan tekanan darah setelah dua jam, tetapi justru membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung saat kondisi stres. Karena itu, penelitian lanjutan masih diperlukan.
4. Meningkatkan HDL dan melindungi LDL
Konsumsi dark cokelat dapat memperbaiki faktor risiko penyakit jantung. Tinjauan tahun 2021 terhadap delapan studi menunjukkan dark cokelat membantu menurunkan kolesterol LDL dan kadar gula darah puasa.
Antioksidan kakao juga melindungi LDL dari oksidasi yang dapat merusak dinding arteri. Selain itu, kandungan theobromine dan stilbene berpotensi meningkatkan kolesterol HDL yang dikenal sebagai kolesterol baik.
5. Berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung
Flavanol dalam kakao berkaitan dengan peningkatan kesehatan kardiovaskular, penurunan tekanan darah, serta perlindungan terhadap penyakit jantung.
Penelitian tahun 2017 menemukan konsumsi cokelat tiga kali per minggu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 9%. Penelitian di 2018 juga menunjukkan konsumsi 45 gram cokelat per minggu menurunkan risiko hingga 11%, meski konsumsi lebih dari 100 gram tidak memberi manfaat tambahan. Meski begitu, penelitian ini masih membutuhkan bukti lebih kuat.
6. Melindungi kulit dari paparan matahari
Senyawa bioaktif flavonoid dalam dark cokelat dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV), meningkatkan aliran darah ke jaringan kulit, serta menambah kepadatan dan hidrasi kulit.
Beberapa studi menunjukkan jumlah minimum sinar UVB yang menyebabkan kemerahan kulit atau minimal erythemal dose (MED) dapat meningkat hingga dua kali lipat setelah konsumsi kakao tinggi flavonoid selama 12 minggu.
Meski demikian, dark cokelat tidak dapat menggantikan penggunaan tabir surya.
7. Mendukung fungsi otak
Kakao tinggi flavonoid dapat meningkatkan aliran darah ke otak, terutama pada usia dewasa muda. Hal ini berkaitan dengan peningkatan perhatian, pembelajaran verbal, dan daya ingat.
Flavonoid kakao juga berpotensi menjaga fungsi kognitif pada lansia dengan gangguan kognitif ringan serta menurunkan risiko perkembangan demensia. Selain itu, kandungan kafein dan theobromine memberi efek stimulasi jangka pendek pada fungsi otak.
Dark cokelat dengan kandungan kakao tinggi dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari sumber antioksidan, dukungan kesehatan jantung, perlindungan kulit, hingga peningkatan fungsi otak.
Namun, karena tetap mengandung gula dan kalori, konsumsinya perlu dibatasi dalam jumlah moderat agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.