close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kurator lukisan, Hajar Pamadhi, di depan lukisan Yenny Wahid berjudul Pak Pekik. Foto Alinea.id/Anisatul Umah
icon caption
Kurator lukisan, Hajar Pamadhi, di depan lukisan Yenny Wahid berjudul Pak Pekik. Foto Alinea.id/Anisatul Umah
Sosial dan Gaya Hidup
Rabu, 22 Desember 2021 16:58

Ada konsep feminisme dalam pameran lukisan Mother's Art

Pameran yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Ibu 2021 ini diikuti 22 ibu-ibu, baik dari kalangan profesional maupun bukan.
swipe

"Memasak Objek Realitas Hidup dengan Bumbu Rasa Indah dalam Karya-karya Pelukis Wanita". Tulisan ini adalah yang akan pertama Anda baca saat memasuki area pameran lukisan Mother's Art di Mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta, dalam rangka peringatan Hari Ibu.

Kalimat tersebut merupakan pesan yang disampaikan sang kurator, Hajar Pamadhi. Dia menceritakan, pameran ini diikuti 22 orang ibu, baik dari kalangan profesional maupun bukan.

Ada sebagian para ibu yang sudah tidak sempat berkaya lagi sehingga mereka diajak kembali eksis dalam peringatan Hari Ibu 2021.

"Kami dari Leman Art House mencoba mengangkat kembali ibu-ibu yang 'sedang tidur', dalam arti karya-karyanya juga tidak dijalankan lagi dan sekarang tampil," paparnya saat ditemui di lokasi pameran, Rabu (22/12).

Selain 22 peserta, ada tiga bintang tamu yang turut memamerkan lukisannya. Mereka adalah Yenny Wahid, Mami Kartika, dan Indah Juanita. 

Terdapat konsep feminisme dari berbagai lukisan yang dipamerkan. "Feminisme dalam arti goresannya kadang-kadang dalam warna-warna agak soft, warnanya warna keperempuan, misalnya komposisis antara soft color atau kita sebut dengan tint color," papar Hajar.

Selain itu, menurutnya, tema-tema yang diambil banyak menceritakan kegiatan ibu, baik dengan anak, di pasar, dan berdoa. Ada juga yang lepas dari konsep karena sudah profesional.

"Tidak lekat dengan konsep ibu, seperti angkat tema yang sifatnya dalam formal objek yang tidak kelihatan oleh mata, tapi bisa dilihat dan dipahami dengan rasa," tuturnya.

Sebagai kurator, Hajar mengaku, sangat senang karena para ibu yang sudah lama "tertidur" dan akhirnya bangkit kembali.

"Semoga tidak berhenti di sini, tapi terus jalan dan suatu ketika kita akan mengangkat teman-teman pelukis wanita yang lain untuk ikut serta," harapnya.

img
Anisatul Umah
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan