sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Asupan bernutrisi penting untuk perkembangan motorik bayi

Memberi bayi camilan bernutrisi dapat merangsang pertumbuhan dan mengaktifkan panca indera dan kemampuan motorik halus si kecil.

Firda Cynthia
Firda Cynthia Selasa, 16 Jun 2020 07:34 WIB
Asupan bernutrisi penting untuk perkembangan motorik bayi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Saat bayi memasuki bulan keenam pertama di hidupnya, sistem saraf dan kontrol otot yang ia punya semakin berkembang dan selaras. Kemampuan geraknya berubah, dari yang cepat dan spontan menjadi lebih halus dan terkontrol.

Seiring bertambahnya usia, ia akan mengalami peningkatan kemampuan keterampilan motorik kasar dan halus. Pengembangan motorik kasar melibatkan koordinasi otot-otot besar untuk aktivitas yang lebih aktif.

Kemampuan motorik kasar ini memungkinkan bayi untuk bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, atau mengubah posisinya.

Sementara itu, keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil, meliputi tangan, jari-jari dan pergelangan tangan.

Kemampuan motorik halus memungkinkan bayi untuk melakukan berbagai hal. Misalnya, menggerakan tangan untuk makan, menggambar, bermain, mengambil mainan atau barang-barang berukuran kecil, menggenggam dan memberikan benda, memasukkan benda ke dalam wadah dan sebagainya.

Head of Medical Kalbe Nutritionals Muliaman Mansyur, menjelaskan, tahun pertama kehidupan bayi akan ditandai dengan perkembangan kemampuan motoriknya. Dimulai dari bulan keempat, bayi sudah memiliki kontrol otot yang memadai untuk memutar kepalanya dan mengikuti gerakan sebuah objek. Kemampuannya akan terus bertambah dari bulan ke bulan, sehingga di tahun pertama, umumnya, akan mulai mampu untuk seimbang, duduk, merangkak dan akhirnya berdiri.

"Bunda dapat melatih motorik si kecil, sekaligus juga memberikan nutrisi yang tepat melalui makanan atau camilannya, sehingga si kecil bisa belajar menggenggam dan menjimpit camilannya, sambil makan makanan bernutrisi tersebut juga," jelas Muliaman.

Memakan makanan ringan atau camilan sangat baik untuk melatih kemampuan motorik bayi. Hal ini membuat setiap pengalaman makan menjadi waktu belajar yang menyenangkan baginya. Oleh karena itu, seorang ibu perlu memperhatikan pilihan camilan yang tepat agar bayi dapat terbiasa melatih kemampuan motorik dan ototnya.

Sponsored

"Pemberian makanan kecil yang sesuai dengan tangan bayi, atau dikenal dengan finger food adalah cara yang dianjurkan untuk mendukung koordinasi antara mata dan tangan si kecil, mengembangkan kemampuan menjepit dan mencengkeram, serta keterampilan mengunyah," kata Muliaman.

Muliaman menambahkan, pemberian finger food merupakan stimulasi yang tepat untuk merangsang pertumbuhan dan mengaktifkan panca indera dan kemampuan motorik halus si bayi. Stimulasi indera perabaan ini hendaknya dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan si bayi, misalnya ketika momen makan besar, bermain, bahkan makan camilan. Stimulasi yang dilakukan terus-menerus dapat mendukung membantu menguatkan koneksi serabut otak (sinapsis) dan sel-sel otak guna mendukung fungsi otak yang optimal.

"Stimulasi ini juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, perhatian bayi di kemudian hari,” katanya.

Selain stimulasi yang dilakukan secara rutin, agar tumbuh kembang anak optimal juga perlu diimbangi pemberian asupan nutrisi yang tepat. Salah satu pilihan yang dapat diberikan pada bayi adalah makanan camilan berbahan organik yang cenderung lebih menyehatkan karena diproses tanpa menggunakan benih transgenik atau rekayasa genetik.

Pangan organik juga mengandung kaya akan nutrisi seperti vitamin, mineral, antioksidan, protein, dan berbagai zat-zat lain yang berguna bagi kesehatan.

Sementara Business Unit Head for Baby and Kids Food Category Kalbe Nutritionals Christofer Samuel Lesmana, menjelaskan, asupan nutrisi seimbang sangat penting bagi bayi untuk meningkatkan kesehatan, kecerdasan dan tumbuh kembang yang optimal.

"Selain membiasakan pola makan makanan utama bergizi seimbang dengan jadwal tiga kali dalam sehari, si kecil juga perlu mendapat asupan makanan camilan di sela waktu jam makan utama. Makanan selingan ini dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil,” papar Christofer.

Berita Lainnya