close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto: djkn.kemenkeu.go.id/
icon caption
Foto: djkn.kemenkeu.go.id/
Sosial dan Gaya Hidup
Minggu, 11 Desember 2022 16:50

Bendung Tirtonadi Solo jadi wisata edukasi lingkungan

Sebagai objek wisata edukasi lingkungan karena dilengkapi dengan taman yang menjadi ruang terbuka publik.
swipe

Penataan kawasan Bendung Karet Tirtonadi, Surakarta, oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendukung pengendalian banjir di kota Surakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, hal ini juga sebagai bagian dari upaya untuk mengedukasi publik terhadap pentingnya air dan pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan. Ia berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan di kawasan Bendung Tirtonadi.

"Pengelolaan air adalah urusan kita bersama, termasuk masyarakat sebagai pemakai air. Oleh karena itu kita wajib melestarikan keberadaan sumber air, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” kata Basuki dalam keterangan resmi, Minggu (11/12).

Untuk mengatasi banjir, pihaknya pada 2018 telah menyelesaikan pembangunan sejumlah infrastruktur di Surakarta. Di antaranya rehabilitasi Bendung Karet Tirtonadi dan penanganan Kali Pepe Hulu serta Kali Pepe Hilir.

Kemudian pada 2021, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air, juga telah menyelesaikan lanjutan pekerjaan di Bendung Tirtonadi.

Kelanjutan pekerjaan ini berupa pembangunan Dinding Penahan Tanah, perkuatan lereng (revetment), dan penataan kawasan tepi sungai (landscape) dengan anggaran senilai Rp29,2 miliar.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama mengatakan, penataan kawasan hilir Tirtonadi merupakan bentuk pemanfaatan bantaran sungai sebagai ruang publik bagi masyarakat Kota Surakarta. Penataan kawasan ini, ujar dia, dilakukan dengan tidak mengurangi fungsi dari sungai itu sendiri.

Disampaikan Maryadi, penataan kawasan Bendung Tirtonadi sendiri mengadopsi konsep dari Arsitektur Mangkunegaran.

"Terlihat pada bentuk-bentuk ornamen dan penggunaan warna kuning pada pagar pengaman, tiang lampu, kursi taman, gazebo, rumah panel, serta bangunan yang menjadi ikon baru di Surakarta yaitu Frame Tirtonadi sebagai tempat foto dengan latar Bendung Tirtonadi, Gunung Merapi dan Merbabu," ungkap Maryadi.

Lebih lanjut, di sepanjang koridor Bendung Tirtonadi telah dilengkapi dengan tanaman hias dan pepohonan seperti pohon Sala dan pohon Soekarno. Pepohonan tersebut merupakan tanaman yang berkaitan erat dengan Kota Solo, dan ditanam di kawasan Bendung Tirtonadi untuk memberikan nuansa rindang dan kenyamanan bagu pengunjung.

"Kehadiran Bendung Karet Tirtonadi diharapkan tidak hanya menjadi pengendali banjir dan tampungan air baku, tetapi juga sebagai objek wisata edukasi lingkungan karena dilengkapi dengan taman yang menjadi ruang terbuka publik," tutur Maryadi.

Dalam melakukan upaya edukasi publik akan pentingnya fungsi air, BBWS Bengawan Solo juga memfasilitasi terbentuknya Komunitas Peduli Sungai (KPS) Bendung Tirtonadi.

Ketua KPS Bendung Tirtonadi, Agus Haryanto mengatakan, terbentuknya KPS Bendung Tirtonadi berawal dari bentuk kepedulian warga akan kebersihan sungai. Pihaknya juga telah mencanangkan program awal kerja sama untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya air bagi kehidupan.

"Untuk kerja sama awal dengan BBWS Bengawan Solo, yakni pembuatan rumah hidroponik sebagai bentuk usaha komunitas sekaligus wisata edukasi bagi pengunjung yang datang," kata Agus. 

Adapun sebagai upaya lebih lanjut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BBWS Solo akan menggelar Festival Bendung Tirtonadi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Komunitas Peduli Sungai (KPS). Rencananya, Festival Bendung Tirtonadi akan diselenggarakan pada 17-18 Desember 2022.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan