close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
ilustrasi. ist
icon caption
ilustrasi. ist
Sosial dan Gaya Hidup
Sabtu, 03 Juli 2021 13:24

Bibi bisa jadi sama penting dengan ibu dalam perkembangan anak gadis

Gadis remaja saat ini menghadapi tekanan unik setiap hari, karena media sosial dan seksualisasi yang konstan.
swipe

Gadis remaja saat ini dihadapkan pada tekanan unik setiap hari. Mereka membutuhkan orang dewasa untuk membimbingnya. Peran seorang bibi, bisa cukup penting dalam hal ini.

Dikutip dari Metro, pakar parenting Steve Biddulph mengatakan bahwa gadis remaja saat ini menghadapi tekanan unik setiap hari, karena media sosial dan seksualisasi yang konstan. Steve menyamapikannya saat tampil di acara podcast Parental as Everything ABC.

Karena itu, psikolog dan penulis buku Raising Girls and 10 Things Girls Need Most menjelaskan bahwa wanita muda membutuhkan orang untuk berpaling kepada selain orang tua mereka.

Dia mengatakan bahwa seorang bibi dapat memenuhi peran ini dengan cara yang tidak pernah dapat dilakukan seorang ibu, tetapi menambahkan itu tidak perlu harus memiliki pertalian darah. 

"Salah satu hal yang kami ketahui adalah, misalnya, sesuatu yang diketahui pasti oleh setiap gadis berusia 12 tahun adalah bahwa dia tidak ingin menjadi seperti ibunya," kata Steve.

"Ini menyedihkan, saya tidak bersukacita dalam hal ini, tetapi ada fase ketika mereka tidak ingin mendengarkan Anda, tetapi mereka masih membutuhkan banyak bantuan. Bibi adalah pilar kesehatan mental bagi anak perempuan. Tidak harus hubungan darah, cukup seseorang seusia ibumu yang juga mencintaimu," imbuhnya.

Steve melanjutkan untuk memberikan nasihat, mengatakan bahwa siapa pun yang mengenal seorang gadis berusia sekitar delapan tahun, baik itu keponakan atau putri seorang teman, harus mengundang anak itu untuk menginap atau makan siang tanpa orang tua mereka.

Dia mengatakan bahwa ini membantu membangun ikatan dan bahwa orang dewasa harus mengajukan pertanyaan yang bermakna tentang apa yang ingin dilakukan anak dengan hidup mereka, dan menawarkan nasihat yang mungkin tidak dapat mereka peroleh dari ibu mereka.

"Jika Anda tidak memberikan ini maka anak perempuan akan default ke kelompok sebaya, dan di sinilah media sosial menjadi tidak terkendali karena kelompok sebaya sangat tidak siap untuk mendukung," tuturnya.

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan