sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah pneumonia pada lansia dengan 4 langkah ini

Lansia merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap penularan berbagai penyakit infeksi, salah satunya adalah pneumonia.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Senin, 19 Okt 2020 17:40 WIB
Cegah pneumonia pada lansia dengan 4 langkah ini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 569.707
Dirawat 81.669
Meninggal 17.589
Sembuh 470.449

 Pneumonia merupakan masalah kesehatan yang paling serius di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kematian akibat pneumonia. Terutama pada usia rentan atau orang yang lanjut usia (lansia). Pada 2017 ada lebih dari 43.000 orang di Indonesia meninggal akibat pneumonia dan lebih dari 66% kematian akibat pneumonia terjadi pada kelompok usia di atas 50 tahun. 

Lansia merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap penularan berbagai penyakit infeksi, salah satunya adalah pneumonia. Paparan polutan dan asap rokok, penyakit penyerta, serta penurunan kekebalan tubuh akibat penuaan menjadi beberapa faktor risiko infeksi pneumonia terhadap kelompok usia yang di atas 50 tahun. Tanpa pencegahan yang baik dan benar, pneumonia dapat mengakibatkan komplikasi seperti kesulitan bernapas, infeksi aliran darah, penumpukan cairan atau nanah di dalam atau di sekitaran paru hingga kematian. 

Namun, kebanyakan kasus kematian yang disebabkan oleh pneumonia dapat dicegah dengan menjalankan empat langkah  ‘AKAL’ sebagai berikut : 

1.A - Awasi bahaya pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada kantong udara (alveoli) di paru-paru yang menyebabkan kantong udara di paru-paru terisi dengan cairan dan nanah. Penyakit ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan berbagai komplikasi kesehatan serius mulai dari abses paru-paru, infeksi darah atau sepsis, gagal organ, meningitis, hingga kematian.

2.K - Kenali penyebab dan gejalanya

Pneumonia terjadi akibat adanya infeksi bakteri, virus, dan jamur. Salah satu penyebab pneumonia yang paling umum adalah infeksi dari bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Agen tersebut dapat berpindah melalui udara misalnya ketika batuk atau bersin, melalui darah, atau dari permukaan yang terkontaminasi.

Gejala awal pneumonia meliputi sesak napas, nyeri dada, demam, batuk, dan kehilangan nafsu makan, yang mudah disalahartikan sebagai gejala flu biasa. Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala tersebut.

Sponsored

3.A - Ayo imunisasi PCV untuk mencegah

Imunisasi adalah cara paling efektif untuk melindungi diri dari pneumonia. Saat ini, tersedia imunisasi PCV (pneumococcal conjugate vaccine) yang bisa mencegah penyakit akibat infeksi bakteri pneumokokus, yakni salah satu penyebab pneumonia yang paling umum ditemukan.

4.L - Lakukan dengan konsultasi dokter

Imunisasi PCV sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang rentan terkena infeksi pneumokokus, termasuk balita di bawah usia dua tahun dan lansia berusia di atas 50 tahun. Jadwal imunisasi PCV untuk orang dewasa berbeda dengan balita. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan jadwal imunisasi yang tepat untuk anda dan orang-orang terkasih. 

Untuk apa dan siapa wacana klasifikasi SIM C?

Untuk apa dan siapa wacana klasifikasi SIM C?

Sabtu, 05 Des 2020 16:12 WIB
Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Berita Lainnya