logo alinea.id logo alinea.id

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Hellboy kali ini berkisah tentang superhero setengah iblis yang berhadapan dengan penyihir kejam bernama Nimue (Milla Jovovich).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 20 Apr 2019 19:01 WIB
Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Hellboy (2019) merupakan versi baru dari adaptasi komik Hellboy karya Mike Mignola. Sebelumnya, Hellboy pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara pemenang Oscar, Benicio Del Toro pada 2004.

Lalu, sekuelnya hadir di bioskop dengan judul Hellboy: Sword of Storms (2006), Hellboy: Blood and Iron (2007), dan Hellboy II: The Golden Army (2008). Semuanya dibintangi Ron Perlman. Namun, film Hellboy yang baru ini tak hendak mengulangi cerita yang telah disampaikan Del Toro.

Melawan penyihir kejam

Salah satu adegan aksi dalam film Hellboy (2019). /Imdb.com

Dalam versi terbaru arahan sutradara Neil Marshall ini, David Harbour berperan sebagai Hellboy. Hellboy kali ini berkisah tentang superhero setengah iblis yang berhadapan dengan penyihir kejam bernama Nimue (Milla Jovovich).

Nimue merupakan penyihir jahat yang menyebarkan wabah mematikan kepada manusia. Cerita dibuka dengan latar Inggris masa lalu, di zaman Raja Arthur hidup. Nimue dilumpuhkan dan tubuhnya dimutilasi oleh Raja Arthur. Potongan-potongan tubuh Nimue tersebut kemudian dimasukkan ke dalam peti dan disegel dengan mantra suci, lantas disebar ke pelosok Inggris.

Film lalu beralih ke masa kini, dengan latar lokasi di Tijuana, Meksiko. Hellboy diceritakan sebagai seorang agen Bureau of Paranormal Research and Defense (BPRD) yang sedang mencari agen yang hilang. Usai terlibat perkelahian dengan temannya yang berubah menjadi vampir, Hellboy mendapat pesan tentang kiamat yang sudah dekat sebelum temannya mati.

Hellboy lantas kembali ke BPRD dan diberi tugas oleh ayah angkatnya Trevor Bruttenholm (Ian McShane) untuk pergi ke Inggris. Di Inggris, Hellboy harus menyelesaikan misi memusnahkan tiga monster yang meneror penduduk desa.

Sponsored

Setelah mengalahkan monster, Hellboy terbangun di apartemen Alice Monaghan (Sasha Lane), seorang gadis yang punya kemampuan supranatural. Tak lama, apartemen Alice diserbu ayah angkat Hellboy dan anggota BPRD yang dipimpin Ben Daimio (Daniel Dae Kim). Pertemuan ini lantas membawanya berhadapan dengan Nimue, yang dibangkitkan oleh monster babi.

Dengan hadirnya sosok Alice, film ini menimbulkan kebingungan bagi saya. Siapa Alice? Mengapa ia kenal dengan Hellboy? Tak ada penjelasan sebelumnya. Baru di pertengahan film, penonton diberitahu asal-usul Alice dan mengapa ia bisa kenal dengan Hellboy. Namun, bagi saya, hal itu tak cukup menjelaskan.

Sepanjang film, penonton akan disuguhi banyak adegan kekerasan dan pertumpahan darah. Film ini cukup layak untuk dimasukkan ke kategori gore.

Selain itu, cukup banyak makhluk menjijikkan dan menyeramkan yang ditampilkan di film ini, seperti yang kerap kali kita jumpai di film-film horor. Saya sendiri tak menyangka makhluk-makhluk menjijikkan dan menyeramkan akan hadir di sepanjang film.

Namun, tentu saja adegan-adegan kekerasan dan pertumpahan darah tersebut disensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF), sehingga tak semua adegan kekerasan bisa penonton saksikan di bioskop.

Nitin Ganatra, Michael Heath, Sophie Okonedo, Alistair Petrie, dan David Harbour di film Hellboy (2019). /Imdb.com

Naskah buruk

Imaji visual Hellboy yang di-shoot dengan baik, sayangnya tak mampu menyelamatkan film ini menjadi lebih baik. Salah satu bukti betapa baiknya visual Hellboy ada pada karakter Baba Yaga, bagaimana tubuhnya bisa bergerak seperti laba-laba dan berubah bentuk.

Begitupun dengan estetika gore-nya yang begitu menjijikkan dan meyakinkan. Sayangnya hal ini tak bisa menyelamatkan film ini dari kekacauan.

Bisa dikatakan, naskah yang ditulis Andrew Cosby cukup buruk untuk film ini. Banyak adegan yang rasanya terlalu cepat, atau melompat-lompat tanpa memberikan penjelasan yang baik kepada penonton. Apakah hal ini disebabkan oleh sensor film? Atau naskah Cosby yang memang penuh lubang?

Dari film ini, kita bisa melihat Hellboy mengalami konflik batin. Ia bukan manusia, tetapi mengatakan Hellboy termasuk golongan setan pun tak semudah itu. Sebagai setan, ia membasmi sesamanya.

Walau menghadirkan konflik batin, hal ini tak digarap dengan baik di dalam naskah garapan Cosby. Penonton tak diberitahu ide apa yang mengilhami Hellboy, hingga akhirnya memihak manusia.

Pesona David Harbour seperti yang ditunjukkannya saat berperan sebagai sherif di serial Stranger Things (2016) yang membuat kita menyukai karakternya, tak akan kita dapatkan di film ini. Sulit rasanya bagi saya untuk mengikuti petualangan dan berempati dengan si Hellboy ini.

Film ini juga banyak melemparkan candaan untuk mencairkan suasana, seperti yang sering kita jumpai pada film-film produksi Marvel Studio. Namun, penonton bioskop tempat saya menonton hanya diam mendengar dialog-dialog yang seharusnya lucu. Jelas, candaan-candaan yang ditulis Cosby dalam naskahnya telah gagal dalam film ini.

Akhirnya, melalui film ini, penonton disadarkan bahwa kita masih berada di awal tahun dan Hellboy rupanya akan menjadi salah satu kandidat film terburuk sepanjang tahun ini. Film ini membuat Suicide Squad (2016) yang banyak mendapatkan kritik seolah menjadi film yang berkualitas lebih baik.

Di situs agregator film Rotten Tomatoes, Hellboy mendapatkan rating buruk dari para kritikus. Hanya sebesar 15%.

starstarstarstarstar1

Membosankan. naskah yang berlubang dan sensor menambah kekacauan film ini.

 

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB