close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
icon caption
Sosial dan Gaya Hidup
Senin, 14 September 2026 07:00

Kenapa kita bisa merasa lelah padahal tidak banyak bergerak?

Tak jarang tidak melakukan apa pun, tubuh terasa lelah. Kenali fatigue yang ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor!
swipe

Pernah merasa capek padahal tidak melakukan aktivitas berat seharian? Tidak ada olahraga berat, tidak pergi ke mana-mana, bahkan mungkin sebagian besar hari dihabiskan di dalam rumah.

Tapi ketika malam tiba, tubuh justru terasa lelah dan ingin segera beristirahat. Situasi ini cukup umum terjadi, bukan karena lelah muncul setelah melakukan banyak aktivitas fisik. Melainkan fatigue, yang dapat dipengaruhi oleh kualitas tidur, gaya hidup, kondisi emosional, hingga masalah tertentu. Berikut penjelasan dan langkah-langkah yang bisa kamu lakukan, dilansir dari NHS UK (13/9).

Tidak Banyak Bergerak, Bukan Berarti Beristirahat

Ada perbedaan antara tidak melakukan aktivitas fisik dan benar-benar beristirahat. Menghabiskan waktu berjam-jam dengan duduk atau berbaring memang membuat tubuh tidak banyak bergerak. Namun, bukan berarti tubuh dan pikiran mendapatkan istirahat yang cukup. 

Kurangnya aktivitas fisik justru ada hubungannya dengan rasa lelah. NHS memasukkan terlalu sedikit aktivitas fisik sebagai salah satu faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan atau memperburuk fatigue. Artinya, seharian duduk tidak selalu menjadi solusi ketika tubuh terasa lelah. Dalam beberapa kondisi, tubuh justru membutuhkan sedikit aktivitas agar tetap bugar.

Jalan kaki atau melakukan aktivitas ringan secara rutin bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap aktif. 

Tubuh Diam, Tapi Pikiran Berkelana

Alasan lain mengapa seseorang bisa merasa lelah meskipun tubuhnya tidak banyak bergerak, yaitu pikiran yang terus bekerja. Seharian duduk di depan laptop mungkin terlihat seperti aktivitas fisik yang ringan.

Namun, selama waktu tersebut seseorang bisa menghadapi pekerjaan, mengejar tenggat waktu, hingga memikirkan berbagai persoalan. Stres dan tekanan emosional ini berkontribusi terhadap rasa lelah.

Pola Makan dan Kurang Minum

Rasa lelah juga dapat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang terkadang dianggap sepele. Misalnya, makan tidak teratur, pola makan yang kurang seimbang, atau kurang minum. Faktor gaya hidup seperti ini dapat membuat tubuh tidak mendapatkan asupan yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Sebelum langsung menyimpulkan bahwa tubuh sedang “kurang energi”, coba perhatikan kembali kebiasaan sehari-hari. 

Apakah tidur sudah cukup berkualitas? Apakah tubuh terlalu lama berada dalam posisi yang sama? Apakah sedang menghadapi banyak tekanan atau pekerjaan? Apakah sudah cukup makan dan minum?

Dengan demikian, kita bisa mencoba beberapa perubahan sederhana, seperti menjaga jadwal tidur, melakukan aktivitas ringan, mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola makan, dan memberikan waktu bagi pikiran untuk beristirahat.

Namun, perlu diingat bahwa kita tidak perlu langsung mengubah semuanya sekaligus. Cukup memperbaiki satu kebiasaan kecil secara konsisten. Karena rasa lelah tidak selalu bisa diukur dari seberapa banyak tubuh bergerak dalam sehari. 

Aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, pola makan yang baik, dan kondisi mental yang lebih tenang dapat membantu tubuh menjalani hari dengan lebih baik. Jadi, ketika suatu hari kita merasa lelah padahal merasa “hari ini aku nggak ngapa-ngapain”, kita sudah mengetahui apa yang tubuh butuhkan.

img
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan