sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Love for Sale 2: Janjikan kekuatan cerita berlatar keluarga Minang

Love for Sale 2 yang dijadwalkan rilis pada 31 Oktober, dikemas dalam cerita dalam latar keluarga etnis Minang.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Sabtu, 19 Okt 2019 07:00 WIB
Love for Sale 2: Janjikan kekuatan cerita berlatar keluarga Minang

Setelah sukses film pertamanya, Love For Sale (2018). Para pecinta film Indonesia, akan dimanjakan film Love for Sale 2. 

Film besutan sutradara Andibachtiar Yusuf menjanjikan kisah yang menggelitik.

Sebagai sekuel dari Love for Sale (2018), Andibachtiar Yusuf masih mengolah kisah percintaan seorang lelaki dengan perempuan dari jasa layanan kencan Love.inc.

Dalam konferensi pers film Love for Sale 2 di CGV Cinema Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/10), sutradara Andibachtiar Yusuf atau Ucup mengatakan, film sekuel ini diproduksi sebagai respons atas tingginya animo penonton terhadap film Love for Sale (2018).

Ada pun Ucup juga tertantang tawaran produser film dari Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko untuk membikin kelanjutan film tersebut.

“Ide kami muncul karena ditantang Angga (Dwimas Sasongko) karena respons penonton yang lumayan tinggi terhadap Love for Sale (2018). Cerita di sekuel ini dekat dengan cerita orang kebanyakan, cowok ditinggalkan cewek pas lagi sayang-sayangnya,” kata Ucup.

Cerita Love for Sale 2 masih berpusat pada kisah Arini (diperankan Della Dartyan) yang muncul sebagai perempuan yang bekerja pada layanan kencan Love.inc.

Bedanya, kali ini Arini berjumpa dan menjalin kisah cinta dengan Indra Tauhid (Adipati Dolken).

Sebelumnya, Love for Sale (2018) meninggalkan kesan mendalam dari akting Gading Marten tokoh utama lelaki bernama Richard. Lewat peran itu, Gading berhasil meraih penghargaan Piala Citra kategori Aktor Utama Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2018.

Ucup mengungkapkan, film Love for Sale (2018) hingga pekan pertama Oktober masih ditonton masyarakat Indonesia, maupun negara lain melalui platform menonton digital seperti Netflix.

Ucup menyaksikan sendiri, ketika dia berada di sebuah ruang tunggu sebuah tempat publik di Los Angeles, Amerika Serikat beberapa bulan lalu, seorang lelaki asing di sebelahnya sedang menonton Love for Sale melalui Netflix di ponselnya.

“Bukan orang Indonesia, teks dialog di filmnya juga pakai bahasa Inggris,” katanya.