sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menangkap peluang bisnis es kopi susu kekinian tahun 2020

Konsumsi kopi domestik naik dua kali lipat pada 2019. Tren ini jadi peluang untuk bisnis kedai kopi.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Minggu, 22 Des 2019 11:00 WIB
Menangkap peluang bisnis es kopi susu kekinian tahun 2020

Bisnis kedai kopi di Indonesia makin menjamur seiring dengan tumbuhnya jumlah generasi Z dan Y yang mendominasi demografi penduduk Indonesia.

Hasil riset perusahaan penyedia mesin dan bahan-bahan pembuatan kopi Indonesia, PT Toffin Indonesia, jumlah gerai kopi di Indonesia sampai Agustus 2019 mencapai 2.937 kedai. Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dibanding 2016 yang hanya sekitar 1.083 gerai.

Sejalan dengan itu, konsumsi kopi domestik Indonesia juga terus meningkat. Data tahunan konsumsi kopi Indonesia pada 2019 yang dikeluarkan Global Agricultural Information Network mencatat proyeksi konsumsi domestik pada 2019/2020 mencapai 294.000 ton atau meningkat 13,9% dibanding konsumsi pada 2018/2019 yang mencapai 258.000 ton.

Khusus untuk jenis kopi susu kekinian yang sebenarnya merupakan ready to drink fresh coffee, mengalami peningkatan yang tajam. Data Euromonitor mencatat jumlah penjualan kopi kekinian pada 2013 hanya 50 juta liter, pada 2018 melonjak hingga 120 juta liter.

Pertumbuhan kelas menengah pada 2020

Menurut riset Toffin, bisnis kopi susu siap minum tahun depan masih akan moncer dengan didukung sejumlah faktor penting di antaranya meningkatnya daya beli konsumen seiring tumbuhnya kelas menengah.

Selain itu, dominasi anak muda utamanya generasi Y dan Z pada populasi penduduk Indonesia tahun 2020 menciptakan tren minum kopi sambil nongkrong akan kian berkembang.

Head of Marketing PT Toffin Indonesia Ario Fajar mengatakan tren kopi susu kekinian pada 2020 diprediksi masih seputar rasa klasik yakni rasa karamel, vanila, cokelat dan hazelnut. Namun ada beberapa rasa kejutan.

Sponsored

"Tahun depan, kopi susu cookies cream diperkirakan akan menempati urutan pertama, menggeser posisi gula aren," kata Ario.

Selain itu, rasa-rasa otentik asli jajanan Indonesia seperti cendol, es doger hingga klepon diprediksi juga akan menjadi tren di 2020.

"Kemungkinan karena rasanya sudah cocok dengan lidah orang Indonesia dan ada orang-orang yang belum bisa menerima pahitnya rasa kopi sehingga bisa lebih dinikmati," kata dia.

Salah satu gerai kopi yang sudah mengeluarkan kopi dengan varian rasa asli Indonesia adalah McCafe yang sudah membuat kopi susu varian Klepon Latte.

Selain itu, tambahan-tambahan kopi atau topping aneka rasa juga akan makin digemari di tahun yang akan datang.

"Topping ada biskuit, wafer, boba bisa apa saja sih, tinggal kreativitas para pemainnya saja paling mau bagaimana," kata Ario.

Bisnis kopi milik artis

Melihat peluang itu, para selebritas yang memang sudah punya nama besar ikut terjun meraup untung di kolam kopi susu kekinian. Di antara nama para pesohor itu ada Raline Shah dengan kopi Kisaku sampai Syahrini dengan Kopi Bu Cetar yang baru saja dirilis pertengahan Desember lalu berbarengan dengan rumah makan Sunda Pawon Bu Cetar di bilangan Jakarta Selatan.

Dengan peluang yang sangat besar itu, para selebritas pun terjun meraup untung di kolam kopi susu kekinian. Berikut beberapa kedai kopi yang dimiliki artis ternama.

1. Kisaku, Raline Shah

Selebritas Raline Shah bersama adik dan tiga rekannya membuka bisnis kedai kopi bernama "Kisaku" di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kisaku, menurut Raline memiliki makna bersahabat, tulus, ramah, hangat.

"Semua elemen itu kami masukkan ke desain visual. Kami buat tempat senyaman mungkin," ujar Raline di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Jenis kopi yang tersedia kedai ini perpaduan biji kopi Gayo Aceh dan Flores sehingga akan membangkitkan rasa mereka yang baru mencicipi kopi. Kopi tersedia dalam kondisi hangat dan dingin dengan kisaran harga mulai dari Rp25 ribuan hingga Rp40 ribuan.

2. Kokali,  Raffi Ahmad

Es kopi Kokali (Kopi Kaki Lima) dibuka oleh Raffi Ahmad lewat RANS Entertainment bersama ACR Corp.

Meski namanya mengandung embel-embel kaki lima, joint venture itu tidak berbentuk warung kaki lima, tapi berupa gerai minimalis di Lippo Mall Puri, Jakarta.

"Kaki lima kesannya merakyat, mudah dicari dan didapatkan," ujar Raffi.

Dengan harga kisaran Rp15.000 hingga Rp32.000, kopi dari Raffi Ahmad ini diharapkan bisa "merakyat" dan disukai berbagai kalangan.

Uniknya, pasokan biji kopi Kokali langsung diambil dari petani di perkebunan Pacet dan Puntang di Jawa Barat.

Anak baru di dunia kopi "kekinian" ini punya rencana ekspansi agresif, yakni membuka lebih dari 200 gerai hingga 2020.

Hingga akhir 2019,ditargetkan ada 20 gerai Kokali di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

3. Kopi Bu Cetar, Syahrini

Pertengahan Desember, Syahrini membuka bisnis rumah makan khas Sunda yang dipersembahkan bagi sang ibu, Wati Nurhayati. Tak hanya itu, Syahrini melengkapi menu rumah makannya dengan kopi susu kekinian, Kopi Bu Cetar.

Menyajikan varian klasik hazelnut hingga kopi kelapa, Kopi Bu Cetar dibanderol dengan harga Rp20.000.

(Ant)

Berita Lainnya