close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto dok.
icon caption
Ilustrasi. Foto dok.
Sosial dan Gaya Hidup
Jumat, 21 Agustus 2026 15:00

Bukan hantu: Rahasia frekuensi infrasound yang tidak terdengar telinga, tetapi memicu rasa merinding secara alami

Gelombang suara di bawah 20 Hz tidak dapat didengar oleh telinga manusia, namun getaran mekanisnya memicu lonjakan hormon stres, hingga menciptakan ilusi visual yang sering disalahartikan sebagai fenomena mistis.
swipe

Pernahkah kamu tiba-tiba merasa cemas, merinding, atau merasa sedang diawasi di dalam ruangan yang sunyi? Gelombang infrasound sering kali menjadi penyebab utama di balik pengalaman mistis yang memicu respons fisik secara mendadak.

Infrasound merupakan gelombang suara berfrekuensi sangat rendah dibawah 20 Hertz (Hz) sehingga berada di luar jangkauan pendengaran normal telinga manusia. Meskipun gendang telinga tidak dapat menangkap bunyinya, otak dan organ tubuh tetap merespons getaran mekanis yang dihasilkan oleh gelombang tak kasatmata ini. Berikut penjelasan lebih lanjut dilansir dari jurnal The Society for Psychical Research, “The Ghost in the Machine” oleh Vic Tandy & Lawrence (20/8).

1. Fenomena frekuensi 19 Hz dan eksperimen Vic Tandy

Penelitian sains mulai mengungkap misteri ini ketika insinyur asal Inggris bernama Vic Tandy melakukan eksperimen pada akhir dekade 1990-an. Tandy sering merasakan sensasi dingin, kecemasan mendalam, hingga melihat bayangan samar di laboratorium tempatnya bekerja. 

Setelah meneliti kondisi fisika ruangan tersebut, ia menemukan bahwa kipas angin esktraktor baru memancarkan gelombang standing wave berfrekuensi tepat 19 Hz. Eksperimen ini membuktikan bahwa frekuensi 19 Hz beresonansi langsung dengan bola mata manusia, sehingga memicu ilusi visual sekaligus rasa gelisah secara instan.

2. Mekanisme biologi: Mengapa tubuh bereaksi?

Gelombang infrasound pada frekuensi tertentu dapat menggetarkan jaringan lunak tubuh manusia, seperti bola mata. Getaran bola mata pada frekuensi 19 Hz membiaskan cahaya di tepi penglihatan (peripheral vision), sehingga otak salah menafsirkannya sebagai bentuk bayangan atau fenomena penampakan. 

Selain itu, otak menangkap getaran fisik berfrekuensi rendah sebagai tanda bahaya tersembunyi yang berasal dari lingkungan sekitar. Akibatnya, sistem saraf secara otomatis memicu pelepasan hormon adrenalin, meningkatkan detak jantung, serta menegakkan rasa merinding sebagai respons pertahanan alami,

3. Sumber infrasound di sekitar kita

Alam menghasilkan infrasound berskala besar melalui kejadian seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, badai petir, hingga getaran ombak samudra. Selain itu, beberapa hewan predator seperti harimau dan gajah memanfaatkan infrasound untuk berkomunikasi serta menakuti mangsanya sebelum menyerang.

Sementara itu, getaran dari peralatan industri seperti mesin-mesin berat, turbin angin, AC, hingga lalu lintas kendaraan merambat melalui dinding gedung tua sering kali membentuk gelombang stasioner yang tanpa disadari memicu sensasi “angker” bagi penghuninya.
Kesimpulan

Pada akhirnya, pemahaman mengenai infrasound membuktikan bahwa banyak sensasi horor atau perasaan merinding merupakan hasil reaksi neurobiologis tubuh terhadap lingkungan fisik.

Dengan memetakan gelombang suara berfrekuensi rendah ini, sains berhasil mengurai fenomena mistis menjadi penjelasan fisika yang masuk akal dan terukur. 

img
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan