close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Taif. Welcome Saudi
icon caption
Taif. Welcome Saudi
Sosial dan Gaya Hidup
Minggu, 16 Juli 2023 06:59

Mengenal Taif, salah satu kota terindah dan penuh sejarah di Arab Saudi

Mohammed Baslamah, seorang turis Indonesia, mengatakan bahwa wisata sejarah dari Makkah ke Taif itu indah.
swipe

Selain Madinah dan Makkah, Kota Taif menjadi salah satu kota yang menarik untuk dikunjungi untuk melihat-lihat artefak sejarah dan budaya Islam. Kota Taif memiliki keterkaitan yang unik dengan Makkah. 

Taif adalah salah satu kota wisata terindah dan terkemuka di Arab Saudi, yang sering dikunjungi para peziarah karena cuacanya yang menyenangkan dan situs budaya dan sejarah yang kaya, mawar, dan hasil pertanian.

Kurang dari satu jam dari Makkah, Taif terletak di ketinggian 1.879 meter di Pegunungan Hijazi, yang merupakan bagian dari Pegunungan Sarat.

“Taif adalah ibu kota keindahan dan kreativitas di semua tingkatan. Kota ini telah menjadi inkubator budaya dan ibu kota wisata Saudi selama beberapa dekade, serta tujuan utama para peziarah,” kata Latifa Al-Adwani, kepala Pusat Sejarah Taif.

Al-Adwani menuturkan, pengunjung biasanya mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Masjid Al-Abbas, Masjid Al-Madhoun, Masjid Al-Hadi, Masjid Addas, serta Masjid Al-Kou’ dan Museum Istana Shubra.

Mereka juga mengunjungi pasar Al-Balad yang populer, pabrik mawar, serta kebun buah dan pertanian.

“Taif dianggap sebagai resor pertama Kerajaan, yang terbaik dari mereka, dan kota mawar,” kata Mohammed Al-Adwani, yang selalu tertarik dengan sejarah Taif.

“Taif memiliki banyak harta, menurut biografi Nabi dan puisi Arab, yang disebutkan oleh para musafir di masa lalu dan modern,” ujarnya.

“Ini telah menjadi tempat peristirahatan pertama bagi penduduk Makkah selama era pra-Islam dan Islam, dan masih demikian. Taif dikenal sebagai kebun Mekkah karena lebih dari 16 jalur menghubungkan kedua kota.

“Selama periode pra-Islam, kaum Quraish memiliki kebun buah di Taif, yang paling terkenal adalah kebun anak-anak Rabia, Utbah dan Shaybah, dan pembantu mereka Addas, yang masih memiliki masjid yang dinamai menurut namanya hingga saat ini,” kata dia.

“Ada juga kebun besar Amr ibn Al-Aas di Al-Waht dan Al-Wahit, selain pasar Okaz yang menggabungkan suku-suku dari mana saja.”

Mohammed Al-Adwani percaya bahwa peziarah harus mengunjungi situs bersejarah dengan pemandu wisata untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Mohammed Baslamah, seorang turis Indonesia, mengatakan bahwa wisata sejarah dari Makkah ke Taif itu indah. “Kami telah diberikan informasi yang beragam dan komprehensif tentang Taif, dan pemandu wisata kami, Abeer Fakira, memperkenalkan kami pada monumen wisata dan sejarah paling terkemuka di Taif, selain hidangan dan pakaian tradisionalnya.”

Turis Indonesia lainnya, Abdul Karim Al-Andalusi, menjelaskan bahwa “dekatnya Taif dengan Makkah memberikan beberapa keuntungan. Saya berkenalan dengan aspek sejarah, warisan, dan peradaban Taif. Sekelompok spesialis dengan penuh semangat memperkenalkan kami pada perkembangan pesat yang telah disaksikan kota ini serta hubungan sejarah antara Makkah dan Taif. Kami mengadakan tur yang luar biasa.”

Seorang penulis yang berspesialisasi dalam sejarah Taif, Khaled Al-Hamidi, menjelaskan bahwa “Taif dulu dan sekarang masih terkait dengan Makkah dengan cara yang unik dan berbeda, dibandingkan dengan kota lain mana pun. Selain itu, tempat tujuan Nabi ketika dia putus asa terhadap kaum musyrik di Makkah.

“Masjid Al-Abbas adalah salah satu situs sejarah yang paling menonjol, karena banyak peziarah memastikan untuk mengunjunginya setelah melakukan ritual mereka, mengingat secara historis dikaitkan dengan sahabat dan keponakan Nabi, Abdullah bin Al-Abbas,” katanya. (arabnews)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan