close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Koleksi
icon caption
Koleksi "Hola Miak" dari perancang busana Yanti Adeni di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat (15/11).ANTARANews/Ho
Sosial dan Gaya Hidup
Minggu, 17 November 2019 03:51

Parade fesyen di ISEF 2019

Pada 2023 nilai industri mode halal akan mencapai US$361 miliar.
swipe

Potensi industri syariah di Indonesia sangat besar, mulai dari makanan hingga fesyen. Pada 2023 nilai industri mode halal akan mencapai US$361 miliar. Potensi tersebut harus didukung dengan langkah antisipatif untuk menjawab beberapa tantangan perkembangan industri halal.

Sebagai salah satu implementasi pengembangan industri halal di bidang fesyen, sekaligus dalam rangkaian kegiatan ISEF 2019 atas kerja sama BI, Indonesia Fashion Chamber (IFC), dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), diadakan peragaan busana yang menghadirkan 39 desainer ternama.

Koleksi "Mujigae" milik perancang busana Novita DP menarik perhatian pecinta mode dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat (15/11). Novita menghadirkan busana kasual penuh warna.

Koleksi "Mujigae" ini lebih santai, sangat kasual dan pas digunakan untuk sehari-hari.

Koleksi "Mujigae" dikenalkan oleh Novita DP dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat (15/11).AntaraNews/Maria Cicilia Galuh

Materi utama yang digunakan oleh Novita berupa kain denim dan katun dengan variasi berupa, celana panjang, kulot, rok bawahan, rok terusan, kemeja dan blazer.

Menariknya, Novita mengaplikasikan berbagai materi kain ke dalam satu busana hingga menjadi corak tersendiri.

Meski Novita memadukan banyak warna seperti biru denim, merah muda, biru muda, kuning, cokelat hingga abu-abu dalam satu pakaian, tidak membuatnya terlihat "ramai" malah terlihat kekinian.

Kesan playful pada koleksi ini pun didapatkan dari penggunakan aksen pelangi pada tiap busananya. Pelangi tersebut memberikan nuansa yang ceria bagi koleksi "Mujigae".

Sementara melalui label Meccanism, Zaskia Adya Mecca dan Tasya Medina memperkenalkan koleksi "Kaba" yang menggunakan motif ondel-ondel pada setiap potongan busananya.

Motif itu merupakan gambar tangan dari anak ketiga Zaskia yang bernama Bhai Kaba. Menurut istri dari Hanung Bramantyo itu, Kaba sangat menyukai ikon dari budaya Betawi tersebut.

Zaskia Adya Mecca melalui label Meccanism memperkenalkan koleksi "Kaba" di Indonesia Sharia Economic Festival 2019, Jakarta Convention Center, Kamis (14/11).Antara/Maria Cicilia Galuh

Zaskia mengaplikasikan motif ondel-ondel pada semua koleksinya mulai dari scraf, kemeja, outer kimono hingga dress.

Seperti halnya ondel-ondel yang memiliki warna meriah, warna-warna yang digunakan pada koleksi ini pun beragam seperti merah, kuning, biru, krem serta oranye.

Ada delapan tampilan busana yang dihadirkan oleh Meccanism dan di akhir pagelaran, Zaskia pun membawa dua ondel-ondel ke panggung. Ondel-ondel itu diisi oleh anak kedua Zaskia, Kala Madali dan anak pertama Tasya Medina, Keefe Bazli.

Menurut Zaskia, menggunakan gambar tangan dari anaknya merupakan sebuah dukungan terhadap karya seni sang anak. Dia berharap anak-anaknya yang lain menjadi lebih bersemangat setelah melihat karya Kaba diabadikan dalam sebuah busana.

"Aku pengin anak-anakku ketika sudah besar ngelihatnya enggak cuma, 'Ini gambar kamu lho' tapi juga bahwa karya kalian jadi karya Bia (panggilan Zaskia) juga. Jadi aku sudah ngajak kolaborasi dari kecil biar mereka semangat berkarya," kata Zaskia di Indonesia Sharia Economic Festival 2019 di Jakarta Convention Center, Kamis. (Ant)

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan