sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penyebab dysania, bikin sulit bangkit dari tempat tidur

Dysania kerap dimiripkan dengan rasa kantuk, tetapi faktanya kedua hal itu sangat berbeda.

 Atikah Rahmah
Atikah Rahmah Senin, 28 Nov 2022 13:55 WIB
Penyebab dysania, bikin sulit bangkit dari tempat tidur

Kesulitan untuk beranjak dari tempat tidur sepertinya pernah dialami oleh sebagian besar orang dan menjadi hal normal. Namun, bagaimana jika kesulitan itu dirasakan setiap hari? Tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Inilah yang disebut dengan dysania.

Apa itu Dysania? Dysania kerap dimiripkan dengan rasa kantuk, tetapi faktanya kedua hal itu sangat berbeda.

Dysania tidak bisa diselesaikan dengan tidur nyenyak di malam hari saja. Secara medis, dysania lebih dikenal sebagai inersia tidur atau kelelahan (fatigue).

Dysania adalah perasaan berkepanjangan bahwa seseorang tidak bisa bangun dari tempat tidur. Sekalipun berhasil bangun dan pergi, yang diinginkannya hanyalah kembali tidur.

Inersia tidur
Inersia tidur adalah kondisi seseorang berada dalam keadaan mengantuk yang intens bahkan setelah seseorang bangun tidur dan beraktivitas. Studi mengatakan, inersia tidur adalah transisi antara tidur dan terjaga.

Inersia tidur sering terjadi terhadap orang yang pekerjaannya mengharuskan mereka bangun tiba-tiba di tengah siklus tidur, seperti petugas kesehatan atau pekerja sif lainnya. Ini juga umum terjadi pada orang yang memiliki gangguan mood seperti depresi.

Kelelahan
Kelelahan adalah perasaan penat yang berlebihan dan kurangnya motivasi. Ini sering terjadi pada seseorang yang mengalami stres secara fisik dan emosional atau kesedihan mendalam.

Melansir healthline.com, berikut merupakan beberapa hal yang menyebabkan dysania atau inersia tidur:
1. Encefalomielitis myalgia atau sindrom kelelahan kronis (ME/CFS)
Orang yang mengalami sindrom kelelahan kronis akan selalu merasa lelah, terlepas apakah sudah tidur atau belum. Para peneliti belum menemukan apa penyebab sindrom kelelahan kronis yang bisa terjadi setelah infeksi, gangguan kekebalan tubuh, atau stres ekstrem ini. Hubungan genetik juga bisa berpengaruh.

Sponsored

2. Depresi
Depresi dan dysania saling berhubungan karena depresi menyebabkan susah tidur. Kurang tidur bisa memperparah gejala depresi. Depresi adalah kondisi yang bisa diobati. Salah satunya adalah dengan menemui profesional untuk konsultasi.

3. Berduka
Cara orang beradaptasi dengan perasaan duka berbeda-beda. Biasanya, beberapa orang akan merasa efek emosional, seperti kesedihan, kemarahan, anxiety, dan rasa bersalah yang mendalam.

Perasaan duka juga bisa menyebabkan masalah fisik seperti jantung, sistem kekebalan tubuh, dan gangguan tidur. Ketika kesedihan berkepanjangan semakin berlarut-larut, maka saatnya menemui profesional kesehatan mental agar perasaan berduka mereda.

4. Gangguan tidur
The National Center for Complementary and Integrative melaporkan, ada hampir 80 gangguan tidur yang berbeda-beda. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling umum.

Jika Anda mengalami kesulitan tidur, maka bisa menemui profesional untuk konsultasi dan diberikan perawatan. Misalnya, dengan obat-obatan, suplemen seperti melatonin, dan terapi-terapi.

5. Gangguan tiroid
Gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme, juga bisa membuat Anda merasa kelelahan terus-menerus. Rasa lelah itu akan terus ada kalau gangguan tiroid tidak segera diobati. Beberapa hal juga bisa menyebabkan hipotiroidisme adalah obat jantung tertentu, gangguan bipolar, atau beberapa penyakit jantung.

6. Penyakit jantung
Banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah bisa membuat merasa sangat lelah bahkan di pagi hari. Perokok serta penderita obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi memiliki risiko terkena penyakit jantung dan paru-paru lebih tinggi.

National Sleep Foundation menyarankan orang dewasa tidur selama antara 7-9 jam pada malam hari. Durasi tidur lebih lama bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

Anda bisa mencoba langkah-langkah berikut untuk memastikan siklus tidur dan bangun menjadi seimbang:
1. Jalan-jalan secara teratur di bawah matahari untuk menjaga ritme sirkadian teratur,
2. Membatasi asupan kafein dan alkohol,
3. Latihan kebiasaan tidur yang baik,
4. Rancang rutinitas pagi (morning routine) yang baik, dan
5. Makan makanan sehat dan olahraga cukup.

Itulah pengertian tentang dysania, penyebab, dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Anda tidak perlu ragu memeriksa kondisi diri sendiri dan mencari pertolongan profesional.

Berita Lainnya
×
tekid