sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkes: Pneumonia penyebab kematian tertinggi ke-2 pada balita

Marilah berikan upaya terbaik demi perlindungan maksimal bagi anak, sebagai calon pemimpin bangsa.

Zahra Azria
Zahra Azria Kamis, 12 Nov 2020 16:16 WIB
Kemenkes: Pneumonia penyebab kematian tertinggi ke-2 pada balita
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Pneumonia masih menjadi ancaman terbesar kematian pada anak dan balita di Indonesia. Pneumonia merupakan penyakit radang paru akut, yang paling banyak disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Save the Children Indonesia menyelenggarakan Festival Anak Sehat Indonesia yang merupakan bagian dari perayaaan Hari Pneumonia Dunia 2020.  Sejak 2019 Save the Children bekerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, korporasi, dan pihak lainnya melakukan kampanye Stop Pneumonia.

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menjelaskan, laporan World Health Organization (WHO) tahun 2017 sebanyak 15% dari kematian anak di bawah lima tahun atau 5,5 juta disebabkan oleh pneumonia. 

Menurut dia, penyakit pneumonia merupakan pembunuh nomor satu di dunia untuk balita namun bisa dicegah. Sementara, riset kesehatan dasar 2013 Kemenkes menunjukan, pneumonia penyebab kematian tertinggi ke-2 pada balita setelah kelahiran prematur. 

Lebih dari 800 ribu balita setiap tahun di dunia atau lebih dari 2000 perhari meninggal akibat pneumonia. Gejala penderita pneumonia mengalami batuk dengan dahak yang berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan. 

Selain batuk penderita juga mengalami demam, kesulitan nafas seperti nafas sesak dan bernafas cepat. Penyakit ini bisa menular melalui udara, percikan batuk, dan percikan bersin.

CEO Save the Children Indonesia, Selina Patta Sumbung mengungkapkan, hari pnemonia dunia 2020 penting diperingati untuk kembali mengingatkan masyarakat akan upaya yang dilakukan guna melindungi anak dari bahaya pneumonia. 

"Di antaranya pemberian ASI MPASI, pentingnya imunisasi, mempraktikan pola hidup yang bersih, sehat, dan memastikan gizi seimbang dalam mencegah kematian anak akibat pnemonia," ucap Selina pada perayaaan Hari Pneumonia Dunia 2020 yang dilaksanakan secara daring, Kamis (12/11).

Sponsored

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPAI), I Gusti Ayu Bintang Darmawati menambahkan, beberapa upaya pencegahan yang paling efektif adalah memastikan lingkungan hidup yang sehat bagi balita, nutrisi yang cukup dan asi eksklusif sampai bayi berusia enam bulan. 

Hal ini, akan membantu balita dalam membentuk imun tubuh dari penyakit pneumonia. "Marilah sama-sama memberikan upaya terbaik demi memberikan perlindungan maksimal bagi anak kita, calon pemimpin bangsa. Jika, anak-anak tumbuh dengan baik maka kualitas negara kita dimasa depan akan baik pula. Bagi para ibu saya berpesan untuk terus belajar menambah pengetahuan dan informasi memenuhi pemenuhan gizi anak yang seimbang, serta berkomitmen untuk memberikan ASI eksklusif pada anak," ucap Menteri PPAI.

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya