close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: AI.
icon caption
Ilustrasi. Foto: AI.
Sosial dan Gaya Hidup - Kesehatan
Selasa, 10 Februari 2026 09:43

Screen time berlebihan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak

Screen time berlebihan pada anak berisiko gangguan mata, tidur, obesitas, hingga perilaku. Orang tua disarankan batasi gawai 1–2 jam per hari.
swipe

Fokus terlalu lama pada layar ponsel (screen time berlebihan) yang dilakukan oleh anak berisiko menimbulkan berbagai dampak kesehatan. Mulai dari gangguan penglihatan seperti mata lelah, mata kering, hingga rabun jauh; gangguan tidur; peningkatan risiko obesitas; keterlambatan bicara dan perkembangan sosial; serta masalah perilaku seperti ADHD dan emosi yang tidak stabil.

Sejumlah pakar merekomendasikan pembatasan screen time maksimal 1–2 jam per hari bagi anak usia sekolah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta mencegah gangguan perkembangan.

Orang tua memiliki peran kunci dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat sejak dini. Aturan penggunaan gawai yang konsisten dan disepakati bersama lebih efektif dibanding larangan total.

Berikut lima langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua, sebagaimana dirangkum dari Smartone:

Tetapkan zona dan waktu bebas teknologi
Buat “zona tanpa ponsel” seperti meja makan atau kamar tidur, serta jam bebas gawai—terutama satu jam sebelum tidur—untuk membantu meningkatkan kualitas tidur anak.

Menjadi teladan perilaku sehat
Anak cenderung meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, mengurangi penggunaan ponsel di depan anak dapat memperkuat pesan bahwa interaksi langsung lebih penting dibanding layar.

Dorong aktivitas offline
Orang tua secara aktif mengarahkan anak pada kegiatan non-layar, seperti olahraga luar ruangan, membaca buku, permainan papan, atau aktivitas seni dan kerajinan.

Gunakan kontrol orang tua
Pemanfaatan fitur kontrol orang tua, seperti pengatur waktu layar, pemblokir aplikasi, dan filter konten, dinilai efektif untuk membantu mengelola durasi dan jenis penggunaan gawai anak.

Buat kontrak keluarga
Buat kesepakatan keluarga yang jelas, misalnya mewajibkan anak menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan rumah sebelum mendapatkan waktu bermain gadget.

Dengan pendekatan yang konsisten dan berbasis edukasi, pembatasan screen time tidak hanya membantu menjaga kesehatan anak, tetapi juga mendukung perkembangan sosial dan emosional yang lebih seimbang.

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan