sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WFH membuat waktu bersama keluarga lebih berkualitas 

Orang tua jangan keliru memilih aktivitas bersama anak-anaknya

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 09 Apr 2020 21:56 WIB
WFH membuat waktu bersama keluarga lebih berkualitas 

Dari dalam rumah tetap harus kreatif, produktif, dan membuat waktu menjadi berkualitas bersama keluarga. Di masa work from home (WFH), jangan pernah memutus rantai ide-ide yang melintasi dalam pikiran. Di rumah, harus tetap produktif.

Anjuran Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 15 Maret 2020, untuk WFH, dengan mengajak masyarakat mulai belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Imabaun ini sangat baik. Sebab, angka kasus positif coronavirus atau Covid-19 di Indonesia masih terus merangkak naik. 

Setidaknya sudah ada 3.293 kasus konfirmasi positid Covid-19 di Indonesia. Jumlah itu, didapat berdasarkan pendataan yang masuk sejak 8 hingga 9 April 2020, pukul 12.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, 252 pasien telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 280 pasien, dinyatakan telah meninggal dunia. Alasan tetap di rumah sangat rasional. Mengingat, ini salah satu cara memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2.

Psikolog Anak dan Keluarga, Sani Budiantini Hermawan menyatakan, masa-masa WFH ini bisa memberikan setiap keluarga memiliki waktu lebih berkualitas dan berkuantitas.

"Jadi kualitas ini bisa ditingkatkan. Salah satunya dengan cara melakukan kegiatan bersama," kata Sani kepada Alinea.id, Jakarta, Kamis (9/4).

Dia menyadari, setiap keluarga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti kebiasaan dan hobinya. Sehingga, peran orang tua menjadi penting untuk memahami betul keluarga masing-masing.

Hal ini, perlu dipahami agar orang tua tidak keliru memilih aktivitas bersama anak-anaknya. Misalnya, bisa masak bareng, nonton bareng, main ular tangga bareng, dan main monopoli bareng.

Sponsored

Aktivitas penting lainnya dari WFH, menurut dia, adalah meningkatkan komunikasi orang tua terhadap anak. "Tidak dipungkiri banyak keluarga yang komunikasinya tidak intens," bebernya.

Oleh sebab itu, masa-masa WFH ini perlu dimanfaatkan. Dia menyarankan, salah satu yang dilakukan meningkatkan komunikasi bisa melalui permainan truth or dare atau berani mengungkapkan kebenaran. Sebab, bisa memancing kedekatan antara anggota keluarga, khususnya anak yang mulai tumbuh remaja.

"Karena, kan, kita akan tanya sesuatu yang benar dan sesuatu yang berani. Biasanya, dengan peran begitu, anak mau enggak mau akhirnya jadi open atau terbuka. Dari situlah. Selanjutnya, bisa jadi dibentuk komunikasi yang jauh lebih akrab," katanya menjelaskan.

Selain itu, komunikasi bisa dilakukan saat mencuci baju, masak bersama, atau melakukan jenis permainan-permainan lainnya. Sebenarnya, dengan frekuensinya sudah sama dan frekuensinya sudah mendekati, yang tadinya enggak akrab jadi lebih akrab.  "Dari sisi permainan dulu, membuat anak kalau ditanya jadi bisa jawab," imbuhnya.

Dia menambahkan, orang tua juga bisa memulai dengan cerita terlebih dahulu tentang dirinya kepada anak. Biasanya, kata dia, cara itu bisa dilakukan untuk memancing anak remaja agar mau bercerita kepada orang tuanya.

Mengenai waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan itu, Sani menjelaskan, kembali lagi kepada karakteristik keluarga. Dia mencontohkan, dirinya yang melakukan itu setelah menunaikan salat Magrib, mengaji, dan salat Isya bersama atau selepas makan malam.

"Habis itu waktunya banyak senggang, habis makan malam, biasanya setelah Isya, setelah makan, dibuat untuk keakraban," ucap dia.

Aktivitas lain, yang bisa dilakukan untuk merekatkan keluarga saat WFH. Menurut dia, adalah membangun komunikasi saat olahraga bersama atau saat berjemur pada pagi hari. "Iya, lagi berjemur juga boleh. Itu juga waktu yang bagus," tutup Sani.

Berita Lainnya