Melihat akar konflik Papua

KontraS Surabaya mencatat, sepanjang 2018, sudah ada 4 kali peristiwa diskriminasi, intimidasi, dan penangkapan paksa aksi mahasiswa Papua.

Melihat akar konflik Papua
Polisi bersiaga saat unjuk rasa sekelompok orang yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua di Jalan Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/12). /Antara Foto.

Pada 1 Desember 2018, Aliansi Mahasiswa Papua melakukan long march dari Monumen Kapal Selam ke Gedung Grahadi, Surabaya. Saat mereka berjalan di depan kantor RRI Surabaya, Yohanes mengatakan, pihak kepolisian mengadang mereka.

Selain pihak kepolisian, sejumlah ormas, seperti FKPPI, Patriot Garuda, Persaudaraan Setia Hati Terate, dan Pemuda Pancasila ikut melakukan pengadangan.

Menurut Biro Organisasi Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua Yohanes Giyai, mereka mendapatkan serangan berupa lemparan batu dan sampah. 

Akibatnya, empat orang peserta aksi mengalami luka di kepala, dan 16 orang lainnya pun mengalami luka di tubuh mereka. Peserta aksi kemudian memilih balik kanan ke asrama di Jalan Kalasan. Namun, selama perjalanan itu, Yohanes mengatakan, mereka dipukuli oleh anggota ormas.


Berita Terkait

Kolom

Infografis